Peduli Lingkungan, Mahasiswa KKN Undip Gelar Program LIBAS


TEGAL – Sampah adalah suatu bahan yang terbuang atau dibuang dari sumber aktivitas manusia maupun proses alam yang belum memiliki nilai ekonomis. Masalah sampah yang ada di Desa Semboja, Kecamatan Pagerbarang,

Kabupaten Tegal menjadi pekerjaan yang belum dapat terselesaikan hingga saat ini. Hal ini disebabkan oleh kebiasaan masyarakat Desa Semboja yang membuang sampah dengan cara dibakar. Selain itu, keberadaan Tempat Pembuangan Sementara (TPS) di Desa Semboja juga belum tersedia sehingga permasalahan sampah sangat sulit untuk diatasi.

Upaya untuk mengatasi permasalahan sampah yang ada di Desa Semboja dilakukan oleh Mahasiswa KKN Undip melalui program multidisiplin yaitu LIBAS (Lingkungan Bersih Asri Semboja) yang terdiri dari pengolahan sampah organik dan anorganik. Pengolahan sampah organik dilakukan melalui biopori, sedangkan untuk pengolahan sampah anorganik dilakukan melalui rintisan bank sampah.

Kegiatan LIBAS ini dilaksanakan pada (3/08/2019) bertempat di Balai Desa Semboja yang dihadiri oleh Tim Penggerak PKK sejumlah 45 orang. Antusiasme peserta yang hadir cukup tinggi. Hal ini terlihat dari terciptanya diskusi yang aktif antara mahasiswa dengan ibu PKK.




        
Setelah penyampaian materi mengenai bank sampah dan biopori, Mahasiswa KKN Undip juga memberikan praktek langsung dilapangan tentang pembuatan biopori. Pembuatan biopori sendiri membutuhkan pipa paralon sebagai tempat pengumpulan sampah organik dan bor tangan sebagai alat untuk membuat lubang tanah agar bisa dimasukkan pipa paralon. Sampah organik yang dimasukkan kedalam pipa paralon dapat dimanfaatkan menjadi pupuk kompos setelah adanya proses beberapa waktu.

Adanya program LIBAS ini diharapkan dapat membantu masyarakat Desa Semboja untuk selalu menjaga lingkungan melalui pengolahan sampah organik dan anorganik. Selain menjaga lingkungan, masyarakat juga dapat memperoleh tambahan keuntungan ekonomis dari hadirnya program rintisan bank sampah dan biopori.