Mahasiswa KKN Undip Sulap Jagung Menjadi ‘Dessert’ Kekinian


KATEKAN - Produk pangan kekinian berbasis jagung telah dikenalkan kepada masyarakat Desa Katekan pada Selasa 6 Agustus 2019 di Balai Desa Katekan. Jagung yang merupakan salah satu komoditas pangan utama Desa Katekan tergolong belum dimanfaatkan secara maksimal.

Padahal, jagung memiliki potensi besar untuk dikreasikan dan manfaat yang banyak bagi kesehatan, seperti pengontrol gula darah tubuh dan menurunkan kadar kolesterol. Jagung di Desa Katekan umumnya hanya dimanfaatkan sebagai jagung bakar atau popcorn di warung - warung pinggir jalan.

Dengan adanya kondisi tersebut mahasiswa TIM II KKN UNDIP melakukan pemberdayaan masyarakat Desa Katekan melalui pengolahan jagung dengan mengkreasikannya menjadi produk bernama Cornnofee Pie. Cornnofee Pie adalah makanan penutup yang diadopsi dari pai Banoffee yang terdiri dari krim, dan toffee, dipadukan dengan basis biskuit mentega atau yang dibuat dari biskuit hancur dan mentega.

Pengenalan dan pelatihan pembuatan Cornnofee Pie oleh mahasiswa KKN TIM II UNDIP dibawah bimbingan Ibu Dr. Ir. Wiludjeng Roessalli M.Si. merupakan salah satu usaha agar tercipta ekonomi kreatif di Desa Katekan karena salah satu permasalahan di Desa Katekan sendiri belum terdapat UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah).

Proses pembuatan cornnofee cukup mudah dilakukan sehingga masyarakat Desa Katekan, khususnya pemudi dan ibu ibu desa dapat langsung menerapkannya. Bahan yang diperlukan untuk pembuatan cornnofee antara lain jagung, 125 ml susu kental manis, gula 200 gr, whipped cream instant, biskuit oreo, biskuit regal, mentega 50 gr, dan tepung brownies instan.


Produk ini telah dicoba dipamerkan dan dikenalkan pada pameran yang dilaksanakan tanggal 9 Agustus pada acara bakti sosial di Kecamatan Brati dan 13 Agustus 2019 pada acara pameran di Kecamatan Klambu. Pada kesempatan tersebut, produk dijual dan dipamerkan oleh mahasiswa KKN TIM II UNDIP Desa Katekan.

“Produk ini sangat menarik, rasanya juga enak. Ide yang sangat baik, belum pernah ada produk seperti ini” Ujar ibu Prapti selaku petinggi kecamatan Klambu.


Setelah pelaksanaan program ekanomi kreatif diharapkan adanya inisiasi UMKM di Desa Katekan dan pemasaran dari produk tersebut dapat dilakukan dengan menitipkan produk di warung. Dengan terciptanya UMKM maka terbuka juga lapangan pekerjaan untuk masyarakat sekitar.