Mahasiswa KKN Undip Bantu Anak di Desa Pangkah Dapatkan KIA


PEKALONGAN – Chrisanty, mahasiswa  KKN Tim II Undip di Desa Pangkah dari prodi Ilmu Administrasi Publik Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik menggelar kegiatan pendampingan pengadaan Kartu Identitas Anak atau KI kepada masyarakat Desa Pangkah, Kecamatan Karangdadap, Kebupaten Pekalongan (18/7/2019).

Kartu Identitas Anak atau lebih dikenal dengan KIA menurut Permendagri Nomor 2 Tahun 2016 tentang KIA merupakan identitas resmi anak sebagai bukti diri anak yang berusia kurang dari 17 tahun dan belum menikah yang diterbitkan oleh Disdukcapil.

Kegiatan pendampingan KIA ini diadakan di Dusun Kebondalem, Desa Pangkah dan diikuti oleh empat puluh orang lebih ibu rumah tangga Dusun Kebondalem Desa Pangkah.

Pelaksanaan kegiatan pendampingan ini dilatar belakangi oleh minimnya pengetahuan masyarakat mengenai kebijakan Kartu Identitas Anak, sehingga kesadaran masyarakat untuk mengurus KIA juga sangat rendah.

“KIA sebenarnya merupakan kebijakan pemerintah yang terbilang baru, karena itu masih banyak masyarakat yang belum mengetahui tentang KIA ini, termasuk di Desa Pangkah. Ketidaktahuan itu menyebabkan kesadaran masyarakat untuk membuat KIA juga rendah, padahal saat ini pemerintah sedang melakukan program Gerakan Indonesia Sadar Administrasi Kependudukan (GISA),” terang santy di sela-sela kegiatan.

Kegiatan pendampingan dilakukan dengan melakukan sosialisasi terlebih dahulu kepada masyarakat tentang pentingnya KIA dan persyaratan pembuatan KIA sendiri. Selanjutnya, mahasiswa menggordinasi warga dalam pengadaan KIA. Warga yang telah melengkapi persyaratan KIA dapat mendatangi posko KKN Tim II Undip yang terketak di Dusun Kebondalem, Desa Pangkah untuk menyerahkan kelengkapan administrasi.


Persyaratan administrasi yang telah dikumpulkan oleh warga tersebut kemudian dibawa oleh mahasiswa ke Disdukcapil Kabupeten Pekalongan untuk diproses. Proses pembuatan KIA ini membutuhkan waktu satu minggu dan KIA segera dibagikan ke warga Dusun Kebondalem.