Dengan Ecobrick, Mahasiswa KKN Undip Sulap Botol Plastik Bekas Jadi Sofa


PATI – Sampah merupakan permasalahan klasik yang sulit untuk diatasi di Indonesia. Sebagai negara dengan total penduduk terbesar ke-4 di dunia, Indonesia merupakan penyumbang sampah tertinggi ke-2 di dunia. Pengelolaan dan pemanfaatan sampah yang belum terkelola dengan baik adalah tantangan bagi Indonesia untuk menuntaskan masalah dengan sampah, terutama sampah plastik yang sulit untuk diraikan. Salah satu solusi yang dapat dilakukan untuk mengurangi dan memanfaatkan sampah adalah dengan ecobrick.

Ecobrick seperti namanya, adalah bata ramah lingkungan yang dibuat dengan sampah plastik. Pembuatannya mudah dan praktis, hanya membutuhkan botol plastik dan sampah plastik. Dari kedua bahan tersebut, mahasiswa KKN Undip 2019 yang berada di Desa Rogomulyo, Kayen, Pati berhasil membuat suatu barang bernilai jual yaitu sofa.

Pemanfaatan ecobrick menjadi bahan sofa ini dipilih mahasiswa KKN melihat dari belum adanya pengolahan sampah yang baik di desa ini. Sampah masih banyak yang dibuang di sungai maupun di bakar di pekarangan rumah. Dari berbagai aspek tersebut dengan mempertimbangkan dampak yang juga akan terjadi, ecobrick merupakan solusi yang tepat.






Pelatihan pembuatan ecobrick diadakan di Balai Desa Rogomulyo dan dihadiri oleh seluruh lapisan masyarakat mulai dari perangkat desa, ibu-ibu PKK, remaja karang taruna, dan juga anak-anak (10/8/2019). Dalam pelatihan tersebut peserta dibekali cara membuat ecobrick yang dikemas menarik dengan lomba membuat ecobrick terpadat. Seluruh peserta pelatihan antusias selama lomba diadakan. Pemenang dari lomba tersebut diberi bibit tanaman cabai dan terong untuk ditanam di rumah.


Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan masyarakat dapat mengurangi sampah atau setidaknya memilah sampah organik dan anorganik maupun menghindari membuang sampah di sungai dan membakar di pekarangan rumah. Melalui ecobrick, masyarakat dapat memilah sampah plastik untuk dimasukkan ke botol plastik kemudian memanfaatkannya menjadi bahan bernilai jual seperti meja, sofa, dan perkakas lainnya yang diharapkan dapat membantu menambah pendapatan desa.