Pena-Map, Salep Limbah Nanas Solusi Obat Luka Karya Mahasiswa Undip


PEMALANG, KampusUndip.com - Nanas, tanaman dengan ciri khas buah yang berwarna kuning dan memiliki mahkota ini sangat mudah ditemui di pasaran, mulai dari pasar tradisional, supermarket, atau tak jarang banyak penjual yang menjajakan dagangannya di sepanjang jalan. Tanaman yang memiliki nama latin Ananas comosus (L.) Merr. ini memang tumbuh subur di Indonesia.

Salah satu daerah penghasil nanas ialah Desa Beluk, Kecamatan Belik, Kabupaten Pemalang yang terkenal dengan nanas madunya. Siapa sangka tanaman yang tergolong dalam famili Bromeliaceae  ini memiliki segudang manfaat pada setiap bagiannya. Tidak banyak yang tahu ternyata bagian-bagian nanas yang biasanya dibuang begitu saja ternyata memiliki nilai ekonomis yang tidak kalah dengan buah nanas yang biasanya hanya dijual dalam bentuk buah atau diolah menjadi produk makanan.

Batang nanas misalnya, yang jumlahnya terus bertambah apalagi jika musim panen tiba memiliki kandungan enzim yang bisa dimanfaatkan menjadi obat luka luar. Enzim Bromelin, yang struktur utamanya terdiri dari protease sistein terdapat pada seluruh bagian tanaman nanas dalam jumlah berbeda, tetapi berdasarkan penelitian kandungan enzim bromelin paling banyak ditemukan pada batang yang selama ini dibiarkan begitu saja. Enzim ini memiliki kemampuan menguraikan struktur kompleks protein sehingga mudah diserap tubuh. Protease sistein yang terkandung di dalamnya berperan dalam proses pembekuan darah.

Oleh karena itu, kelompok mahasiswa Universitas Diponegoro (Undip) Semarang yang beranggotakan Silvia Handayani (Kimia 2016), Akhmad Arief Widodo (Teknik Komputer 2017), Sofyan Atsari (Oseanografi 2017), Naufal Prima Wianto (Kedokteran Umum 2017), Meliana Puspasari Dewi (Kimia 2017), membuat suatu program yang bertujuan untuk memanfaatkan limbah batang nanas.


Melalui Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Bidang Pengabdian kepada Masyarakat, batang nanas yang mengandung enzim bromelin dimanfaatkan menjadi obat luka luar dalam bentuk salep. Salep yang diberi nama “Pena-Map” ini menggunakan metode kitchen preparation dalam proses pembuatannya yang memanfaatkan alat-alat yang ada di dapur, sehingga memudahkan masyarakat untuk membuat sendiri. Bahan yang digunakan juga sangat sederhana dan mudah ditemukan di pasaran.