Mahasiswa Undip Temukan Solusi Antidiabetes dari Ekstrak Buah Mengkudu


SEMARANG, KampusUndip.com - Diabetes Melitus (DM) adalah kelainan metabolisme karbohidrat, dimana glukosa darah tidak dapat digunakan dengan baik sehingga menyebabkan keadaan hiperglikemia. DM dan penyakit dapat menimbulkan komplikasi yang spesifik akibat perjalanan penyakit seperti retinopati (bisa menyebabkan kebutaan), gagal ginjal, neuropati, ateroklerosis (bisa menyebabkan stroke), gangrene, dan penyakit arteria koronaria (Coronary artery disease).

Pada tahun 2011, Indonesia berada pada peringkat ke-10 untuk kasus diabetes tertinggi di dunia dengan jumlah penderita 7,2 juta jiwa dan pada tahun 2013 naik menjadi peringkat ke-7 dengan jumlah penderita mencapai 8,5 juta jiwa.

Menurut data sample registration survey pada artikel Kementerian Kesehatan bahwa pada tahun 2014 diabetes menjadi penyebab kematian terbesar ketiga di Indonesia sebesar 6,7% setelah stroke dan penyakit jantung koroner (PJK). Penyakit ini membunuh 3,8 juta orang per tahun dan dalam setiap 10 detik seorang penderita akan meninggal karena sebab-sebab yang terkait dengan diabetes.

Berawal dari permasalahan tersebut, Tim PKM-PE yang beranggotakan Maulina Susilaningtyas, Pelastri Rahayu dan Viqi Iddahan mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Diponegoro (Undip) dengan pembimbing dr. Siswi Jayanti, M.Sc meneliti kombinasi ekstrak buah mengkudu, kunyit dan bawang putih sebagai terapi penurun hiperglikemia.

Dari ketiga kombinasi tersebut memiliki kandungan masing-masing flavonoid pada buah mengkudu, kurkumin pada kunyit dan allicin pada bawang putih yang dapat mengurangi resistensi insulin pada penderita Diabetes Mellitus tipe 2.


Penelitian ini diuji cobakan kepada tikus wistar jantan dengan memberikan masing-masing kelompok kombinasi ekstrak mengkudu + kunyit, mengkudu + bawang putih, kunyit + bawang putih, dan kombinasi dari ketiga ekstrak mengkudu + kunyit + bawang putih.


Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi mengkudu + bawang putih dapat menurunkan kadar gula darah pada tikus wistar paling tinggi sebesar 42% dibandingkan kombinasi ekstrak yang lain.