Mahasiswa Undip Manfaatkan Kulit Singkong Atasi Pencemaran Limbah Tekstil


SEMARANG, KampusUndip.com - Masalah pencemaran di atas tentunya tidak asing bagi kita, bukan? Tingkat pencemaran tersebut sejalan dengan peningkatan sektor industri. Seperti yang kita ketahui bahwa Indonesia mengalami kemajuan yang sangat pesat di bidang industri, salah satunya pada industri tekstil. Kemajuan industri tekstil dapat meningkatkan jumlah limbah zat warna, namun seringkali pembuangan limbah kurang diperhatikan. Kita tahu bahwa pembuangan limbah zat warna ke sungai tersebut dapat mengakibatkan pencemaran dan berbahaya bagi kesehatan masyarakat. Penurunan kualitas air yang menyebabkan sungai tersebut tidak dapat dimanfaatkan sebagaimana mestinya. Oleh karena itu, diperlukan solusi yang tepat untuk menangani pencemaran air sungai oleh limbah zat warna industri tekstil. 

Singkong (Manihot esculenta L.)  merupakan tanaman yang banyak ditemukan di Indonesia. Hal tersebut ditandai dengan meningkatnya produksi panen tanaman ini setiap tahunnya. Sejauh ini pemanfaatan singkong hanya terbatas sebagai bahan makanan pokok pengganti beras dan bahan mentah untuk berbagai produk olahan, sedangkan kulitnya seringkali dibuang. Padahal, kulit singkong mengandung senyawa pati yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber karbon dalam pembuatan material karbon nanodot atau yang lebih dikenal dengan C-dot melalui metode hidrothermal.

Berdasarkan permasalahan tersebut, mahasiswi Universitas Diponegoro (Undip), Kharisma Madda Ellyana, Kharisma Luthfiaratri Rahayu dan Ratri Febriastuti yang dibimbing dosen Kimia Undip, Drs. Abdul Haris, M.Si dalam Program Kreatifitas Mahasiswa berinovasi untuk mengatasi masalah pencemaran air sungai oleh limbah zat warna adalah pembuatan komposit TiO2/C-dot berbahan dasar kulit singkong (Manihot esculenta L.) sebagai material fotodegradasi limbah zat warna, khususnya senyawa methylene blue, di mana efektifitasnya diuji menggunakan instrumen spektrofotometer UV-Vis. Keunggulan dari inovasi ini adalah proses pembuatan komposit TiO2/C-dot yang mudah, sumber bahan baku yang murah dan melimpah, serta peningkatan kemampuan fotodegradasi terhadap senyawa methylene blue, sehingga dapat menjadi solusi untuk mengatasi permasalahan limbah zat warna industri batik.


Kharisma Madda, selaku ketua Tim mengungkapkan bahwa hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa TiO2/C-dot mampu mendegradasi limbah insdustri tekstil dengan efektivitas tinggi sehingga kulit singkong Cdot/TiO2 dapat dimanfaatkan sebagai penjernih limbah tekstil di sungai.