Go-Gurt, Yogurt Inovasi Mahasiswa Undip Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat


SEMARANG, KampusUndip.com - Kabar inovatif kali ini datang dari insan cendekia Universitas Diponegoro. Pada 1 Juni 2018 Tim PKM (Program Kreativitas Mahasiswa) bidang Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa Ilmu Gizi dan Biologi Universitas Diponegoro membuat sebuah produk bernama “GO-Gurt (Gembus Yogurt).

Yogurt ini adalah hasil pengolahan limbah ampas tahu sebagai upaya diversifikasi pangan lokal dan peningkatan produktivitas di Desa Kenteng, Bandungan. Selain itu, produk ini menjadi terobosan baru di wilayah Desa Kenteng karena memanfaatkan limbah ampas tahu yang merupakan potensi lingkungan yang mana selama ini hanya dimanfaatkan sebagai pakan ternak.

Tim yang diketuai oleh Novitasari Tribuana Tungga Dewi, dan beranggotakan Vanessa Juliette Alexia, Raditya Setiawan, Komang Gde Pradnya, Hasna Maheswari dan dibawah bimbingan Dr. Diana Nur Afifah, S.TP., M.Si ini memilih memanfaatkan ampas tahu untuk diambil sarinya sebagai bahan dasar utama Yogurt. GO-Gurt juga memberdayakan Ibu rumah tangga yang juga berasal dari Desa Kenteng dalam menjalankan programnya. Program ini juga menghasilkan luaran publikasi produk yang dihasilkan.





Bertempat di Balai Desa Kenteng, sosialisasi dan pelatihan pembuatan yoghurt dihadiri oleh Perangkat Desa dan Anggota PKK dari perwakilan dusun setempat. Dalam sambutannya Kepala Desa Kenteng menyambut hangat dan mendukung penuh konsep pemberdayaan masyarakat dari mahasiswa Universitas Diponegoro ini.

“Acara ini sangat bermanfaat bagi warga Desa kenteng terutama untuk menambah wawasan dan dimulainya usaha untuk peningkatan kesejahteraan warga dengan memanfaatkan ampas tahu yang diolah menjadi Yoghurt,” ujar Nurtati.

Disisi lain Ketua Pelaksana Program PKM Pengabdian Masyarakat di desa Kenteng Novitasari Tribuana Tungga Dewi mengungkapkan bahwa pemilihan tempat dan sasaran kegiatan merupakan hasil survey dan wawancara pihak terkait sebelum pelaksanaan,

“Harapan dari kegiatan ini, selain memanfaatkan limbah ampas tahu menjadi produk yang lebih bernilai secara ekonomis, tentunya juga meningkatkan kesejahteraan warga sekitar.” tutur mahasiswa Ilmu Gizi tersebut.

Kegiatan tersebut diharapkan akan terus dikembangkan dan berjalan lancar dengan pembentukan Kelompok Usaha Bersama (KUB) Desa Kenteng. (Novitasari)

#KaryaPKM #RoadToPIMNAS2018