Pellet MOSS, Pupuk Bio-Organomineral Tingkatkan Produktivitas Cabai


PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA

JUDUL PROGRAM:
PELLET MOSS: KOMBINASI BAKTERI Methylobacterium spp.DENGAN Lemna minor L. SEBAGAI BIO-ORGANOMINERAL UNTUK MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS CABAI (Capsicum annum L.)

BIDANG KEGIATAN:
PKM – PENELITIAN UNDIP

Diusulkan oleh:
Varida Risma Wati (23030114120019/2014)
Rizal Try Noviyanto (23030114120005/2014)
Shafyra Rizky Setiawati (23030114120021/2014)
Widi Dwi Noviandi (23030114140070/2014)
Afifah Kuscahyanti (23010116130102/2016)

Wilayah Indonesia terbentuk dari formasi geologi (litologi) dan iklim yang merupakan faktor utama pembentuk tanah dan sangat menetukan potensinya untuk pertanian. Pertanian memiliki peranan besar bagi kehidupan manusia sebagai sumber kebutuhan pangan. Dewasa ini, iklim yang tidak stabil dan konversi lahan pertanian di Indonesia menjadi masalah utama dalam budidaya tanaman hortikultura.

Berdasarkan data statistik sekitar 180.000 Ha lahan per tahunnya beralih menjadi lahan non-pertanian. Salah satu upaya untuk mengatasinya adalah dengan memanfaatkan lahan-lahan kurang produktif di Indonesia, seperti tanah latosol yang luasnya 84,63 juta Ha. Latosol umumnya tersebar di daerah lereng gunung dan pegunungan, dan tanahnya bersifat masam. Iklim daerah pegunungan biasanya cocok digunakan untuk budidaya tanaman hortikultura, salah satunya tanaman sayuran yaitu cabai.

Tanaman cabai merupakan komoditas hortikultura unggulan yang banyak dibudidayakan di Indonesia. Permintaan cabai dalam negeri terus meningkat seiring bertambahnya jumlah penduduk, hal ini membuat cabai menjadi peluang bisnis yang menjanjikan. Namun, pada tiga tahun terakhir produktivitas cabai mengalami fluktuasi hasil produksi yang cukup signifikan.




Solusi untuk mengatasi permasalahan rendahnya kesuburan lahan latosol dan optimalisasi produktivitas cabai antara lain dengan melakukan pemupukan. Pupuk yang dianjurkan adalah pupuk organik seperti organomineral yang dapat memperbaiki sifat fisik, kimia dan biologi tanah. Salah satu bahan yang dapat digunakan sebagai campuran organomineral adalah Lemna minor L. (duckweed) karena mengandung unsur hara makro, dengan kadar N tinggi yang diperoleh dari fiksasi nitrogen di perairan.

Di sisi lain, Methylobacterium dapat meningkatkan toleransi cekaman serta menghasilkan hormon IAA (Indole Acetic Acid) untuk memacu percepatan pertumbuhan tanaman. Berdasarkan hal tersebut pengusul ingin meneliti mengenai Pellet MOSS (Pellet Methylobacterium Soil Sustainable) yaitu bio-organomineral berbentuk pellet yang terbuat dari campuran duckweed, pupuk kotoran sapi, zeolit dengan unsur hara kompleks serta penambahan kultur Methylobacterium untuk peningkatan produktivitas cabai.

Pellet MOSS diharapkan dapat diterapkan pada lahan marjinal latosol dan tahan terhadap perubahan iklim yang ekstrim di Indonesia.