Mahasiswa Undip Teliti Faktor Pengaruh Modal Intelektual Perbankan Syariah


Modal intelektual merupakan sumber keunggulan kompetitif dan pemacu kegiatan operasional yang mampu menambah nilai atas output dari perusahaan berbasis pengetahuan. Dalam ekonomi berbasis pengetahuan, modal intelektual memainkan suatu peran penting dalam menciptakan nilai dan memaksimalkan kekayaan stakeholder.

Studi empiris mencatat bahwa industri perbankan adalah sektor yang tepat untuk meneliti modal intelektual karena ketersediaan data yang dapat diandalkan dan sifat intelektual kegiatan perbankan. Selain itu, perbankan syariah telah berkembang pesat pada dekade terakhir serta telah menjadi satu tren yang sangat penting dalam dunia keuangan.

Oleh karena itu, melalui program kreativitas mahasiswa (PKM) penelitian, lima mahasiswa Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) Universitas Diponegoro (Undip) yaitu Karimatul Hidayah, Nisaulfathona Hidayati, Maryama Tria Ruti, Firhan Oktavian Wijaya, dan Elsya Nurfajria melakukan penelitian “Determinasi Faktor Kinerja Modal Intelektual pada Perbankan Syariah di Indonesia” yang bertujuan untuk memahami faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja modal intelektual pada Bank Umum Syariah di Indonesia.

Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan analisis regresi berganda. Data yang dianalisis adalah laporan tahunan dan laporan keuangan 12 BUS di Indonesia dari tahun 2010-2015 dengan variabel independen yaitu tingkat konsentrasi pasar, hambatan masuk, resiko bank, ukuran bank, profitabilitas, dan usia bank. Penelitian ini mengacu dari penelitian terdahulu oleh El-Bannany dengan sampel penelitian pada UAE Bank. Penelitian mengenai modal intelektual ini menarik untuk diteliti untuk melengkapi kajian penelitian terdahulu dan untuk mengetahui kasus modal intelektual pada perbankan syariah.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat konsentrasi pasar, resiko bank, dan profitabilitas bank memiliki hubungan positif signifikan terhadap kinerja modal intelektual. Sedangkan hambatan masuk, ukuran bank, dan usia bank tidak berpengaruh terhadap kinerja modal intelektual. Konsentrasi Pasar menunjukkan bahwa Bank dengan konsentrasi tinggi memiliki kemampuan untuk memonopoli pasar sehingga memiliki kekuatan sumber daya finansial yang baik untuk mendukung merekrut karyawan dengan kualifikasi terbaik.

Untuk resiko bank, semakin tinggi resiko bank, maka bank berusaha memaksimalkan modal intelektual untuk mengurangi resiko. Profitabilitas menunjukkan hubungan positif dengan modal inteletual, bank dengan keuntungan yang lebih tinggi dapat digunakan sebagai reward kepada karyawan untuk semakin meningkatkan modal intelektual.

Hambatan masuk menunjukkan hasil tidak berpengaruh terhadap modal intelektual, hal ini dapat disebabkan karena pemerintah di Indonesia mendukung pertumbuhan perbankan syariah.

Ukuran Bank menunjukkan tidak signifikannya variabel terhadap kinerja modal intelektual disebabkan tidak siapnya SDM Bank Syariah dalam menghadapi pertumbuhan pesat Bank Syariah. Usia Bank menunjukkan bahwa usia perbankan syariah relatif muda dimana dari 12 BUS 5 diantaranya mulai beroperasi sejak 2010, sehingga Perbankan Syariah menghadapi tantangan SDM yang belum mumpuni, sehingga usia bank tidak berpengaruh terhadap modal intelektual.

Harapan ke depan, penelitian ini dapat dijadikan referensi dalam mendukung penelitian berikutnya mengenai analisis faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja modal intelektual terutama pada perbankan syariah.

Selain itu, penelitian ini juga dapat memberikan informasi bagi perbankan syariah untuk memperhatikan faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja modal intelektual, sehingga perbankan syariah dapat mengendalikan proses bisnisnya untuk mendapatkan kinerja modal intelektual yang semakin tinggi.