Lewat Metode BTS, Pendidikan Anti Korupsi SD Kini Lebih Menyenangkan


Melihat kasus korupsi yang makin marak di tanah air merupakan salah satu keprihatinan dari masyarakat Indonesia. Jika ditelusuri, pendidikan anti korupsi belum digalakkan sepenuhnya di sekolah. Penanaman nilai-nilai anti korupsi sejak dini merupakah salah satu langkah preventif yang dapat digalakan di sekolah-sekolah.

Sebagai salah satu upaya untuk menyebarkan nilai-nilai antikorupsi, PKM Pengabdian Masyarakat Undip mengadakan Gerakan Duta Anti Korupsi Usia Dini yang melibatkan 5 mahasiswa Fakultas Ekonomika dan Bisnis, yaitu Chyntia Ayu (Ekonomi Islam, 2016), Syafira Fadila (Ekonomi Islam, 2016), Ajeng Mutiara (Ekonomi Islam, 2016), Gita Kurnia Selina (IESP 2016) dan Arisanti Ayu Wardhani (IESP, 2016).

Gerakan Duta Anti Korupsi ini didampingi oleh ibu Shoimatul Fitria, SE, MM sebagai dosen pembimbing dari pelaksanaan program. Program ini bertujuan membentuk duta anti korupsi cilik yang dapat menyebarkan nilai-nilai anti korupsi kepada lingkungan sekitarnya.

Rangkaian kegiatan ini dimulai dengan melakukan pelatihan di SDI Pangeran Diponegoro. Sebelum adanya pelatihan duta anti korupsi cilik, siswa kelas 5 SDI Pangeran Diponegoro hanya mengetahui pengertian korupsi secara umum. Namun ketika mereka ditanya untuk kontribusi dalam duta anti korupsi, sebagian besar menjawab tidak mau.

Pendidikan anti korupsi di sekolah ini sebelumnya belum pernah dilaksanakan. Hal ini menjadi sorotan kami untuk mengadakan pelatihan anti korupsi bagi siswa SDI Pangeran Diponegoro.



Program ini mendapat respon baik dari kepala sekolah, guru, serta siswa-siswi. Pada saat pertemuan pertama hingga akhir antusias anak-anak terhadap program ini sangat tinggi.

Metode yang digunakan dalam pelatihan ini yaitu BTS (Bermain, Terapkan, Sebarkan). Metode ini digunakan karena dengan bermain anak-anak lebih mudah memahami materi, lalu terapkan merupakan pengaplikasian materi yang telah diajarkan kepada siswa, dan sebarkan adalah penyebaran nilai-nilai antikorupsi yang dilakukan oleh para duta antikorupsi yang dibentuk.

Kegiatan ini terdiri dari empat rangkaian yaitu penyampaian materi secara langsung, diskusi kelas, pemilihan duta anti korupsi dan bermain. Dari SDI Pangeran Diponegoro terpilih 5 orang delegasi duta anti korupsi yaitu Hazara, Rena, Azmi, dan RenaI. Kedepannya, para duta anti korupsi inilah yang akan menyebarkan nilai-nilai anti korupsi ke sekolah lain di Semarang.

“Melihat antusias yang luarbiasa membuat kami sangat senang. Kami berharap para duta anati korupsi cilik yang dibentuk dapat menerapkann dan menyebarkan baik di lingkungan sekolah maupun lingkungan bermain mereka. Dalam program ini dapat terus berlanjut dan dapat membentuk agent of change dalam memotivasi juga menyebarkan nilai-nilai anti korupsi,“ ungkap Chyntia Ayu selaku Ketua PKM-M “Pendidikan Duta Anti Korupsi Untuk Anak Usia Dini Dengan Metode BTS (Bermain, Terapkan, Sebarkan) Untuk Membentuk Generasi Bebas Korupsi".

- Ringan Mencerdaskan -