Fudu Learning, Program Preventif Kekerasan Seksual Terhadap Anak


Fudu Learning…”
“Bercerita, Bernyanyi dan Bermain”

Begitulah jargon yang didengungkan oleh tim PKM-PSH yang beranggotakan Novia Woro Palupi, Desty Nuroktaviani Anwar, Edith Dewani, Amelia Kemalaningrum saat memberikan program preventif kekerasan seksual terhadap anak. Penelitian ini dilakukan selama 2 hari di SD Ky Ageng Giri, Kab. Mranggen, Demak.

Kasus kekerasan seksual terhadap anak sudah tidak asing lagi di telinga masyarakat Indonesia. Bahkan, menurut catatan KPAI dari tahun 2013 ke 2014, jumlah kasus tersebut mengalami peningkatan sebanyak 100%. Tak hanya berhenti pada tahun 2014, pada tahun 2016 sampai sekarang pun banyak kasus kekerasan seksual terhadap anak yang memilukan hati. Terlebih lagi dikatakan bahwa Indonesia merupakan surga bagi para pelaku pedofilia. Dengan demikian, anak-anak bangsa Indonesia telah mendapat ancaman yang serius dengan mengingat banyaknya dampak yang ditimbulkan dari peristiwa kekerasan seksual tersebut.



Melihat maraknya kasus kekerasan seksual terhadap anak, maka tim PKM-PSH ini mengusung Fudu (Fun Educative) Learning sebagai program preventif kekerasan seksual terhadap anak. Program Fudu Learning merupakan pendidikan seksual pada anak yang disampaikan fasilitator melalui boneka Fufu dan Dudu.

Program edukasi yang menitikberatkan pada pendidikan seks ini, terdiri dari 4 sesi yang dikemas dengan cara penyampaian bercerita, bernyanyi dan bermain, yaitu Follow the Dolls, Guess the Cards, Play the Role, dan Recall the story. Adapun materi yang disampaikan dalam program ini adalah pengenalan anggota privasi tubuh, sentuhan aman dan sentuhan tidak aman serta body safety training.


Melalui rangkaian program ini diharapkan anak dapat waspada terhadap hal-hal yang dapat membahayakan dirinya, mampu melindungi diri sendiri dan memiliki keberanian untuk menolak perlakuan yang berujung pada kekerasan seksual. Selain itu, anak menjadi tidak malu untuk melapor kepada orang tua ketika mendapat perlakuan kekerasan seksual dari orang lain. Sehingga, diharapkan pula program Fudu Learning ini dapat digunakan oleh lembaga-lembaga pendidikan untuk mencegah kekerasan seksual terhadap anak.