Mahasiswa Undip Dukung Indonesia Bebas Sampah 2020


Berawal dari kepedulian akan pentingnya menjaga lingkungan, empat mahasiswa Universitas Diponegoro (Undip), Dewi Sawitri (Psikologi, 2014), Ihdayani Banun Afa (Statistik, 2014), Deni Faisal Zulang Riyadi (Teknik mesin, 2013) dan Tri Yuliyanti (Kimia, 2013) didampingi oleh Dosen Fakultas Psikologi Imam Setyawan S.Psi., M.A membuat sebuah program kegiatan untuk memupuk karakter peduli lingkungan dan pengembangan kreativitas melalui proses pengenalan  sampah yang dimulai sejak dini kepada anak-anak di Tambak Lorok, Semarang.

Kegiatan ini mereka kerjakan sebagai bagian dari Program Kreativitas Mahasiswa di bidang Pengabdian kepada Masyarakat (PKM-M) yang diberi nama ELSA (Ecolearning Sampah): Edukasi Kreasi Sampah Plastik bagi Anak-anak dalam mewujudkan Indonesia Bebas Sampah 2020, Tambak Lorok, Semarang.

Tambak Lorok merupakan kelurahan yang berlokasi di pesisir Laut Jawa dan dilintasi oleh Kali Banger. Tempat ini terkenal sebagai kampung nelayan semenjak tahun 1950. Menurut Badan Pusat Statistik (2014) volume sampah di kecamatan Semarang Utara mencapai 99,79 ton per hari. Jumlah ini tergolong paling besar dibandingkan wilayah lain di Semarang. Kondisi ini, juga menjadi latar belakang kegiatan TIM ELSA dalam menjalankan pengabdiannya di Tambak Lorok.

Kegiatan yang dilakukan TIM ELSA sejak April 2017 diantaranya pengenalan sampah, edukasi pengelolaan sampah dan penerapan 3R (Reduce, reuse, recycle). Pengenalan sampah dilakukan dengan funlearning melalui video, dongeng interaktif dan games.

Selain itu, diberikan juga buku dan poster sebagai media informasi tambahan untuk mengenalkan sampah lebih dalam lagi. Sedangkan pada penerapan 3R, anak-anak diajak untuk mengurangi pemakaian barang-barang yang menimbulkan sampah, menggunakan kembali barang yang masih dapat digunakan dan mendaur ulang sampah dengan membuat aneka kreasi berbahan dasar sampah plastik seperti, wadah pensil, celengan, mobil-mobilan dan pot bunga. Setiap kegiatan selesai dilakukan, anak- anak juga diajak untuk membersihkan lingkungan sekitar.





Sebagai puncak kegiatan, telah dilaksanakan pemilihan duta elsa, kakak pembimbing elsa dan lomba seputar sampah pada hari Sabtu dan Minggu tanggal 3-4 Mei 2017. Kegiatan ini mendapat apresiasi positif dari masyarakat di Tambak Lorok.

“Adanya kegiatan ELSA ini, tentunya sangat bermanfaat sekali dan menjadikan anak-anak di Tambak Lorok ini menjadi kreatif dalam mengolah sampah, berupa kreasi sampah serta lebih peduli lagi terhadap lingkungan”, ujar mas Udin selaku salah satu warga Tambak Lorok.

Kegiatan peduli terhadap lingkungan ini diharapkan dapat diterapkan oleh masyarakat secara luas untuk menyongsong Indonesia bebas sampah 2020.