DACITA KISS, Solusi Atasi Stres Remaja Akibat Perceraian Orang Tua


DACITA KISS (Dadu Bercerita Konseling Interaktif Sahab Sebaya) merupakan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Universitas Diponegoro (Undip) yang diketuai oleh Haula Fauzianah dan 4 rekan anggotanya, yaitu Dewi Shabrina, Islakhul Amal, Rimbardi Wisnu Aji dan Desy Sumardiyani.

DACITA KISS adalah metode penanggulangan stres pada remaja akibat perceraian orang tua. Keluarga merupakan lingkungan sosial terkecil dalam memberi dasar nilai-nilai kehidupan pada anak. Salah satunya dalam mendidik anak untuk berperilaku menghormati orang tua.



Orang tua diharapkan dapat menyalurkan atau mengajari sikap positif dalam pola pengasuhannya, agar anak bisa membaur dengan lingkungan sekitar dengan baik. Karena sangat pentingnya fungsi orang tua terhadap anak dan banyaknya kasus perceraian yang ada di Semarang, maka muncul inovasi untuk mengembangkan metode konseling terhadap anak korban perceraian ini.

DACITA KISS menggunakan metode konseling dengan sahabat sebaya dan ditambahkan dadu sebagai alat konselingnya. Usia anak yang ditangani dalam metode DACITA KISS ini adalah remaja usia 14-21 tahun.