Peningkatan Aktivitas Antioksidan Ulva Lactuca Dengan Lactobacillus Plantarum


Penggunaan senyawa antioksidan akhir-akhir ini berkembang dengan pesat, baik untuk makanan maupun pengobatan. Penggunaan sebagai obat makin berkembang seiring dengan makin bertambahnya pengetahuan tentang aktivitas radikal bebas terhadap beberapa penyakit degeneratif seperti penyakit jantung dan kanker.

Sumber-sumber antioksidan dapat dikelompokkan menjadi dua, yaitu antioksidan sintetik (antioksidan yang diperoleh dari hasil sintesa reaksi kimia) dan antioksidan alami (antioksidan hasil ekstraksi bahan alami). Senyawa antioksidan yang berasal dari bahan-bahan alami mendapat perhatian yang sangat besar akhir-akhir ini, hal ini disebabkan atas dasar penggunaan yang aman dibandingkan antioksidan sintetik.

Rumput laut merupakan salah satu hasil perikanan yang mengandung senyawa fenol yang berfungsi sebagai antioksidan, kaya akan serat Iodium dan mineral-mineral penting lainnya. Antioksidan pada rumput laut dapat melawan radikal bebas dalam tubuh (Fithrani, 2009). U. lactuca merupakan salah satu jenis alga hijau yang termasuk dalam kelompok father seaweed yaitu rumput laut yang dapat dimakan dan mempunyai kandungan antioksidan, antibakteri, antijamur, dan antitumor.

Selama ini telah banyak masyarakat memanfaatkan rumput laut terutama U. lactuca  menjadi makanan seperti keripik, nori, dan lain-lain. Namun tanpa disadari kandungan antioksidan dari U. lactuca masih tergolong rendah, maka perlu dilakukan suatu uji untuk meningkatkan kandungan antioksidan dari U. lactuca sehingga dapat menambah nilai fungsional dan nilai ekonomis dari produk rumput laut U. lactuca.


Mahasiswa Departemen Teknologi Hasil Perikanan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Diponegoro (FPIK UNDIP) melalui Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) telah melakukan suatu uji fermentasi dengan menggunakan starter L. plantarum untuk meningkatkan kandungan antioksidan pada rumput laut U. lactuca. Fermentasi dengan penambahan bakteri asam laktat yang biasa digunakan sebagai starter dalam pembuatan minuman probiotik misalnya L. plantarum dapat meningkatkan jumlah kandungan senyawa antioksidan salah satunya yaitu senyawa fenol.


Rumput laut U. lactuca dalam penelitian ini diperoleh dari perairan pantai Krakal, Gunung Kidul, Yogyakarta, yang kemudian difermentasi dengan  lama waktu 0 jam, 12 jam, 24 jam dan 36 jam. Untuk mengetahui hasilnya maka dilakukan uji lanjut mengenai kandungan total fenol, dpph, pH, dan BAL terhadap ekstrak hasil fermentasi. Dari hasil pengujian tersebut membuktikan bahwa proses fermentasi U. lactuca dengan starter L. plantarum dapat meningkatkan kandungan antioksidan dan semakin lama proses fermentasi maka kandungan antioksidan akan semakin meningkat.