Elitrap, Perangkap Hama Ramah Lingkungan Karya Mahasiswa Undip


Saat ini kita sering mendengar di linimasa, serangan hama merupakan penyebab tertinggi gagal panen yang dialami oleh petani padi di Indonesia. Menurut Renstra Pertanian Republik Indonesia, Serangan hama meyumbang 49% gagal panen tanaman padi, diikui oleh peyakit tanaman 14%, kekeringan 27%, dan banjir 10%.

Pengendalian hama menggunakan pestisida kimia mungkin menjadi favorit petani karena kemampuannya membunuh hama dengan cepat, namun cara ini tidak ramah lingkungan karena racun kimia akan mencemari lingkungan dan merusak ekosistem pertanian. Oleh karena itu kami mencetuskan ide untuk menciptakan alat yang bernama Elitrap (Solar Powered Electric Light Trap).

Alat ini diusulkan untuk mengatasi permasalahan hama serangga di pertanian mina-padi, meskipun juga dapat diterapkan di sawah biasa maupun perkebunan. Minapadi merupakan system integrasi pertanian yang membudidayakan padi dan ikan air tawar.

Sistem ini memiliki keunggulan diantaranya (1) mampu mengontrol Organisme Penggangggu Tanaman (OPT) berupa gulma, keong mas, dan larva ganjur, (2) Tidak menggunakan bahan kimia seperti pestisida kimia dan pupuk kimia, serta (3) menambah penghasilan petani dari hasil beras organik dan ikan air tawar. 

Namun, hama serangga pada pertanian minapadi belum teratasi karena penggunaan pestisida akan menjadi racun pada ikan. Elitrap merupakan solusi untuk mengatasi permasalahan hama serangga di pertanian minapadi tanpa input bahan kimia yang berbahaya yang mengganggu budidaya ikan.

Elitrap merupakan perangkap hama yang memanfaatkan sinar lampu LED untuk menarik perhatian serangga di malam hari. Hama yang dapat dikendalikan oleh Elitrap merupaan hama serangga yang berasal dari ordo Homoptera, Lepidoptera, Dyptera yang memiliki sifat tertarik terhadap cahaya. Hama yang berasal dari ketiga ordo ini merupakan hama yang paling banyak menyerang tanaman padi, seperti wereng batang, penggerek batang, blas dan kresek.

Selain Lampu LED, Elitrap juga menggunakan tegangan tinggi DC yang berfungsi untuk mematikan/membunuh serangga yang mendekat, panel surya sebagai sumber energi yang ramah lingkungan, mikrokontroler untuk megontrol seluruh system yang terdapat pada Elitrap, kontrol alarm untuk mengaktifkan alarm ketika terdapat komponen Elitrap yang diambil, dan kontrol waktu untuk mengaktifkan alat sesuai kebutuhan.

Elitrap bekerja pada malam hari karena sebagian besar hama serangga merupakan hewan nocturnal. Lampu LED akan menarik perhatian serangga sehingga serangga akan mendekat dan terperangkap oleh tegangan tinggi DC. Serangga yang terperangkap dapat dimanfaatkan sebagai pakan ikan karena serangga memiliki kandungan Protein Kasar yang tinggi.

Elitrap (Solar Powered Electric Light Trap) dibuat oleh tim PKM-KC yang digawangi oleh M. Alfin Asyidiq, dan beranggotakan M. Surya Sulila, Irkham, Annizah Rahmatya Gerhana, dan Betty Perdana Sari, serta dibimbing oleh Dr. Abdul Syakur, S.T., M.T. Melalui ajang PKM yang sudah berlangsung selama 3 bulan, TIM Elitrap berharap karyanya dapat diaplikasikan dan berguna bagi masyarakat. (Betty)

- Ringan Mencerdaskan -