Menristekdikti Imbau Kampus PTN-BH Rampingkan Jumlah Fakultas


SEMARANG, KampusUndip.com - Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) RI M. Nasir menyarankan kepada perguruan tinggi yang berstatus PTN-BH atau Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum untuk melakukan perampingan jumlah fakultas.

Hal itu sebagaimana yang beliau sampaikan saat menghadiri peluncuran Universitas Diponegoro sebagai PTN-BH pada Selasa, 3 Januari 2017 di Gedung Prof Soedarto SH Kampus Undip Tembalang, Semarang.

Kata Nasir, perampingan itu bertujuan untuk efisiensi, seperti perguruan tinggi yang ada di negara maju. Nasir mencontohkan seperti yang ada di Queensland. Universitas di sana hanya ada sekitar 5 fakultas, namun jumlah program studinya bisa 401 unit. Sedangkan di Indonesia, seperti Undip misalkan, dari 11 fakultas ditambah Sekolah Vokasi, ada 90-an program studi.


“Sangat gemuk (perbandingan jumlah fakultas dengan program studi-red). Bisa dilakukan perampingan organisasi,” imbaunya.

Mantan Rektor Undip itu memberikan gambaran, fakultas bisa dibagi menjadi beberapa saja. Seperti Fakultas Sains dan Ilmu Kesehatan yang terdiri atas Kedokteran, Kesehatan, Psikologi, dan sejenisnya. Lalu ada Fakultas Sains Teknologi yang terdiri dari Teknik, MIPA, dan sejenisnya. Kemudian Fakultas Humaniora yang terdiri atas Ilmu Budaya, Sosial, Hukum, dan sejenisnya. Terakhir, untuk Perikanan, Peternakan, Kelautan, bisa dijadikan satu dengan Kehutanan (jika ada-red).

Namun, semua kewenangan diserahkan kembali kepada pihak PTN terkait, dalam hal ini rektor dan jajarannya yang sudah mendapatkan otoritas untuk melakukan pengelolaan di kampusnya sebagai PTN-BH, baik secara akademik maupun non-akademik. (KUC)

- Ringan Mencerdaskan -