11 Warna Bendera

Representasi dari 11 fakultas di Undip

Patung Diponegoro (Pangeran Diponegoro)

Icon-nya Kampus Universitas Diponegoro

Tugu Bundaran Kampus Undip Tembalang

Pintu gerbang utama masuk kampus Undip Tembalang

Ruang Terbuka Hijau Kampus Undip

Menuju Kampus Undip yang Asri dan Sejuk untuk Aktivitas Mahasiswa dan Masyarakat Sekitar

Gedung Prof. Soedarto S.H

Pusat Kegiatan Seminar, Workshop, Seni, Verifikasi-Registrasi, dll

Gedung ICT Centre dan Laboratorium Terpadu

Pusat Informasi Dalam dan Luar Negeri, IT, dan Laboratorium Penelitian

Masjid Kampus (Maskam) Undip

Pusat Kegiatan Islam Mahasiswa (Kajian, Wisata Ruhani, Wisata Ilmu, Mentoring, TPQ, Muslimah Training, dll)

Rusunawa Undip

Fasilitas Tempat Tinggal yang disediakan Pihak Kampus Bagi Mahasiswa

SPBU Undip Tembalang

Stasiun Pengisian Bahan Bakar yang Terintegrasi di Dalam Area Kampus. Satu-satunya di Jawa Tengah

Rumah Sakit Nasional Diponegoro (RSND)

Rumah Sakit Universitas Milik Undip Berstandar Nasional. Satu-satunya di Jawa Tengah

'Futsal Indoor Stadium' Undip

Stadion Futsal Kampus Undip Berkelas Internasional. Satu-satunya di Jawa Tengah

Bendungan Waduk Undip

Mega Proyek Pembangunan Waduk Kampus Undip. Satu-satunya di Jawa Tengah

Waduk Undip (Waduk Pendidikan Diponegoro)

Area Konservasi, Wisata Pendidikan dan Penelitian Mahasiswa, Pembangkit Listrik, dll. Satu-satunya di Jawa Tengah

Stadion Sepakbola Undip

Pusat Kegiatan Olahraga Sepakbola di Kompleks Gelora Undip Tembalang, Semarang

Upacara PMB di Stadion Undip

Lebih Dari 50 Ribu Mahasiswa Menimba Ilmu di Kampus Undip

Upacara Penerimaan Mahasiswa Baru di Stadion Sepakbola Undip

Menerima rata-rata 10 Ribu Mahasiswa Baru Tiap Tahun

Widya Puraya

Salah Satu jantung Kampus Undip Tembalang (UPT Perpustakaan, LP2MP, Posko KKN, Lapangan Upacara, dll)

Tim SMARC Undip Gunakan Fotokatalis Tingkatkan Kualitas Air Sungai


Sungai merupakan salah satu ekosistem perairan darat yang dapat memenuhi kebutuhan manusia secara langsung maupun secara tidak langsung. Namun sayangnya sungai yang ada di daerah perkotaan biasanya kotor dan berwarna, bahkan berbau hal ini dikarenakan adanya kegiatan rumah tangga maupun industri yang memanfaatkan sungai sebagai tempat pembuangan sampah dan limbah. 

Hal itu menandakan adanya penurunan kualitas air yang diindikasikan dengan kondisi fisik, serta adanya kandungan kimia dan bakteri yang berbahaya (Suparjo, 2009). Penurunan kualitas air yang menyebabkan sungai tersebut tidak dapat dimanfaatkan sebagaimana mestinya dapat dikatakan sebagai pencemaran air.

Salah satu daerah perkotaan yang ada di Indonesia adalah Kota Semarang. Kota Semarang memiliki sungai besar yang cukup banyak seperti Kaligarang, Kali Kreo, Kali Banjir Kanal Timur, Kali Banjir Kanal Barat, Kali Babon, Kali Sringin, Kali Kripik, Kali Semarang, Kali Bringin, dan lain sebagainya. Namun, menurut beberapa penelitian yang telah dilakukan terhadap sungai yang ada di Kota Semarang, dikatakan bahwa beberapa sungai di Kota Semarang telah tercemar yaitu sungai Kaligarang (Dewi dkk, 2012) dan sungai Kali Babon (Suparjo, 2009).

Berdasarkan pada penelitian yang telah dilakukan oleh Yulianti dan Sunardi (2010), dan Dewi dkk (2012) Kaligarang memiliki kandungan seng dan logam berat lainnya dengan kadar yang bervariasi. Sedangkan penelitian yang dilakukan oleh Sparjo (2009) mengenai pencemaran di Kali Babon disebutkan bahwa kualitas air Kali Babon telah melebihi standar baku mutu kelas II.

Masalah pencemaran diatas tentunya tidak sejalan dengan adanya program Millenium Development Goals (MDGs) yang memiliki delapan poin penting, salah satunya adalah untuk memastikan kelestarian lingkungan hidup. Dalam upaya untuk mencapai tujuan tersebut perlu dilakukan dengan memperhatikan aspek-aspek yang berpengaruh, salah satunya adalah aspek pencemaran lingkungan. 

Dalam mewujudkan kelestarian lingkungan hidup khususnya melalui daerah aliran sungai di Kota Semarang, Muhammad Irwanto (Fisika), Agus Romadhon (Fisika), Yunita  Indriyani (Fisika), Gemma Tristadaksa (Fisika) dan kuwati  (Biologi) yang tergabung dalam TIM SMARC (Smart Material Research Center) Universitas Diponegoro menangkap peluang ini untuk kemudian menghasilkan suatu solusi berupa “Degradasi Kandungan Bakteri Dan Senyawa Kimia Pada Air Sungai Di Kota Semarang Dengan Menggunakan Material Fotokatalis Zno Terdoping N Untuk Mewujudkan Lingkungan Yang Sehat Dan Bebas Pencemaran”, yang di bimbing oleh Dr. Heri Sutanto, S.Si, M.Si Dosen S1 Fisika Undip. 

Inovasi ini telah mendapatkan dana penelitian Program Kreativitas Mahasiswa Bidang Penelitian (PKM-P) tahun 2017. Untuk menanggulangi kondisi pencemaran tersebut dengan cara mendegradasi kandungan senyawa organik dan anorganik serta kandungan bakteri didalamnya yaitu menggunakan material fotokatalis. 

Salah satu material fotokatalis yang dapat digunakan dalam mendekomposisi bakteri serta senyawa organik dan anorganik adalah ZnO, yang kemudian didoping dengan N untuk meningkatkan kemampuannya dalam mendegradasi polutan yang ada di dalam air. 

Selain itu, sintesis dan deposisi material ZnO terdoping N lebih mudah dilakukan serta membutuhkan biaya yang cukup murah sehingga sangat cocok digunakan dalam mengatasi pencemaran air dikota semarang. 

Mahasiswa Undip Ciptakan Rumah Olahan Terong


Universitas Diponegoro (Undip) mendapatkan peringkat kedua jumlah lolos pendanaan PKM 2017 Menristekdikti se-Indonesia. “Rumah Olahan Terong” merupakan salah satu PKMK dari sekian PKM yang lolos pendanaan.

“Rumah Olahan Terong” atau sering disebut ROT diketuai oleh Ali Iksan Adi Saputro dengan anggota Mustika Suci Susilastuti, Fadia Primadesty Putri, Niken Kusumaningrum dan Sri Wahyuti Nuri Mawarni yang berasal dari Program Studi S1-Ilmu Keperawatan, Fakultas Kedokteran.

ROT memiliki beberapa produk unggulan yang memanfaatkan seluruh bagian dari terong termasuk daging dan kulitnya. Produk ROT diantaranya yaitu: Crispi Terong, Susu Terong dan Yoghurt Terong.

Selama ini pengolahan terong masih terbatas sebagai sayur dan lalapan. Keberadaan ROT diharapkan dapat meningkatkan nilai jual terong ungu di kalangan masyarakat dan menambah inovasi produk olahan berbahan dasar terong. Kuli terong diyakini dapat mengurangi resiko terjadinya penyakit kardiovaskuler karena mengandung anti oksidan antosianin.




“Rumah Olahan Terong ini tidak hanya menggunakan daging terong saja, tetapi juga menggunakan kulit terong. Daging terong digunakan sebagai bahan crispi dan kulitnya sebagai bahan di susu dan yoghurtnya. Soalnya di kulit terong itu mengandung antosianin yang bermanfaat untuk jantung” Ali Iksan Adi S.

Hingga saat ini ROT terus memproduksi ketiga produk tersebut untuk memenuhi permintaan pasar yang semakin naik setiap harinya. Harga yang tidak mahal dan pas di kalangan mahasiswa membuat produk-produk ROT semakin digemari.

“Luar Biasa. . .Maknyuuussss. Pokoknya tetap sukses untuk teman-teman sekalian, salam kebaikan,” ujar Alfath Bagus, Presiden Mahasiswa BEM KM UGM selepas menjadi pembicara training.

Kedepannya ROT akan terus membuat inovasi-inovasi produk lainnya untuk mengembangkan produk olahan sehingga dapat terus diminati oleh berbagai kalangan masyarakat.

Tak Hanya di Media Sosial, FPIK Undip Hitung Mundur Ramadhan di Kampus


SEMARANG, KampusUndip.com - Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Universitas Diponegoro (Undip) bersiap menyambut bulan suci Ramadhan 1438 H.

Dengan tema event "SANTRI" (Nuansa Ramadhan Kelautan Perikanan), Albahrain FPIK selaku Lembaga Dakwah Fakultas (LDF) di fakultas berjuluk Kampus Biru ini melakukan 'countdown' atau hitung mundur. 

Tak hanya di media sosial yang sudah lumrah dijumpai, tapi juga dilakukan langsung di fakultasnya agar suasana menyambut ramadhan benar-benar dirasakan mahasiswa dan civitas akademika kampus.

Uniknya, angka pada countdown bisa diganti-ganti sesuai hitungan hari. Sehingga sangat efektif dan fleksibel. Ini merupakan bagian dari Syiar Media Kreatif rohis Albahrain FPIK.



Hitung mundur ini sudah dilakukan jauh hari sejak 3 pekan sebelum Ramadhan 1438 H. Hingga mendekati 3 hari jelang Ramadhan 1438 H, hitung mundur tersebut tetap berjalan sampai Ramadhan tiba.

Tujuan dari program ini agar Ramadhan di fakultas berjuluk Kampus Biru ini bisa dirasakan dan dipersiapkan jauh-jauh hari. Sekaligus sebagai komitmen Albahrain FPIK yang tetap mengutamakan dakwah langsung di kampus selain melalui media sosial (Albahrain FPIK).

- Ringan Mencerdaskan -

Undip Gelar Pawai Tarhib Sambut Ramadhan


SEMARANG, KampusUndip.com - Ratusan mahasiswa Universitas Diponegoro (Undip) menggelar pawai tarhib dalam rangka menyambut datangnya bulan suci Ramadhan 1438 H pada Minggu (21/5/2017).

Pawai tarhib ini diikuti oleh Lembaga Dakwah Kampus (LDK) Se-Undip, mahasiswa umum, beserta TPQ di wilayah Tembalang.

Acara yang dimulai usai sholat Ashar dan berakhir menjelang maghrib ini mengambil start dari Masjid Kampus (Maskam) Undip menelusuri kawasan daerah Tembalang dan finish di tempat yang sama.

Dalam pawainya, sejumlah peserta tampak membawa berbagai macam atribut menyambut bulan Ramadhan lengkap dengan yel-yelnya yang membuat suasana tarhib semakin meriah.

Selain itu, INSANI beserta pihak Maskam Undip sebagai penyelenggara “Ramadhan di Undip” juga tampak membagikan jadwal imsakiyah kepada segenap warga.

Di akhir acara, panitia mengumumkan penghargaan untuk TPQ dan LDF Terbaik Tarhib Ramadhan 1438 H. Kali ini, TPQ terbaik diraih oleh TPQ Al-Hidayah. Sedangkan LDF terbaik diraih oleh Forum Komunikasi Mahasiswa Muslim (FKMM) FISIP Undip.

LOMBA & KONSER ISAC PEDULI ANAK YATIM

Selain itu, pada Sabtu sebelumnya (21/5/2017) juga digelar lomba-lomba. Serta dari Divisi SEBI Masjid Kampus Undip mengadakan sebuah konser amal Islamic Society Art and Cultur atau yang lebih dikenal dengan ISAC.

Tujuan utama diadakannya konser ini adalah menghimpun dana dari para pengunjung yang nantinya akan diberikan kepada anak-anak yatim. Selain itu, Anita selaku panitia menuturkan bahwa ISAC juga dijadikan ajang bagi mahasiswa Undip dalam berdakwah melalui media seni.


Sepanjang acara, para penonton disuguhkan berbagai penampilan dari para bintang tamu, seperti UKM Ready, Plasma Nasyid, Felovoice, dan bintang tamu lainnya.

Dalam acara ini pengunjung tidak hanya disuguhkan acara musik saja, di sekitar lokasi acara terdapat banyak stand-stand yang menjual berbagai pernak-pernik yang bisa pengunjung beli sepanjang acara berlangsung. (KUC/Nurul)

Ringan Mencerdaskan

Elitrap, Perangkap Hama Ramah Lingkungan Karya Mahasiswa Undip


Saat ini kita sering mendengar di linimasa, serangan hama merupakan penyebab tertinggi gagal panen yang dialami oleh petani padi di Indonesia. Menurut Renstra Pertanian Republik Indonesia, Serangan hama meyumbang 49% gagal panen tanaman padi, diikui oleh peyakit tanaman 14%, kekeringan 27%, dan banjir 10%.

Pengendalian hama menggunakan pestisida kimia mungkin menjadi favorit petani karena kemampuannya membunuh hama dengan cepat, namun cara ini tidak ramah lingkungan karena racun kimia akan mencemari lingkungan dan merusak ekosistem pertanian. Oleh karena itu kami mencetuskan ide untuk menciptakan alat yang bernama Elitrap (Solar Powered Electric Light Trap).

Alat ini diusulkan untuk mengatasi permasalahan hama serangga di pertanian mina-padi, meskipun juga dapat diterapkan di sawah biasa maupun perkebunan. Minapadi merupakan system integrasi pertanian yang membudidayakan padi dan ikan air tawar.

Sistem ini memiliki keunggulan diantaranya (1) mampu mengontrol Organisme Penggangggu Tanaman (OPT) berupa gulma, keong mas, dan larva ganjur, (2) Tidak menggunakan bahan kimia seperti pestisida kimia dan pupuk kimia, serta (3) menambah penghasilan petani dari hasil beras organik dan ikan air tawar. 

Namun, hama serangga pada pertanian minapadi belum teratasi karena penggunaan pestisida akan menjadi racun pada ikan. Elitrap merupakan solusi untuk mengatasi permasalahan hama serangga di pertanian minapadi tanpa input bahan kimia yang berbahaya yang mengganggu budidaya ikan.

Elitrap merupakan perangkap hama yang memanfaatkan sinar lampu LED untuk menarik perhatian serangga di malam hari. Hama yang dapat dikendalikan oleh Elitrap merupaan hama serangga yang berasal dari ordo Homoptera, Lepidoptera, Dyptera yang memiliki sifat tertarik terhadap cahaya. Hama yang berasal dari ketiga ordo ini merupakan hama yang paling banyak menyerang tanaman padi, seperti wereng batang, penggerek batang, blas dan kresek.

Selain Lampu LED, Elitrap juga menggunakan tegangan tinggi DC yang berfungsi untuk mematikan/membunuh serangga yang mendekat, panel surya sebagai sumber energi yang ramah lingkungan, mikrokontroler untuk megontrol seluruh system yang terdapat pada Elitrap, kontrol alarm untuk mengaktifkan alarm ketika terdapat komponen Elitrap yang diambil, dan kontrol waktu untuk mengaktifkan alat sesuai kebutuhan.

Elitrap bekerja pada malam hari karena sebagian besar hama serangga merupakan hewan nocturnal. Lampu LED akan menarik perhatian serangga sehingga serangga akan mendekat dan terperangkap oleh tegangan tinggi DC. Serangga yang terperangkap dapat dimanfaatkan sebagai pakan ikan karena serangga memiliki kandungan Protein Kasar yang tinggi.

Elitrap (Solar Powered Electric Light Trap) dibuat oleh tim PKM-KC yang digawangi oleh M. Alfin Asyidiq, dan beranggotakan M. Surya Sulila, Irkham, Annizah Rahmatya Gerhana, dan Betty Perdana Sari, serta dibimbing oleh Dr. Abdul Syakur, S.T., M.T. Melalui ajang PKM yang sudah berlangsung selama 3 bulan, TIM Elitrap berharap karyanya dapat diaplikasikan dan berguna bagi masyarakat. (Betty)

- Ringan Mencerdaskan -

Kamus Sadar Sehat Mahasiswa Undip Pelopor Kesehatan Siswa Sekolah Dasar


Program mengabdi yang dilaksanakan oleh Tim PKM-M KAMUS SADAR SEHAT (Kader Mungil Sekolah Dasar Sehat) beranggotakan Hanifah Dian, Beny Isnaini, Umi Afrikhah, Irma Ni’matus dan Indriana dengan dibimbing oleh Ns. Niken Safitri Dyan Kususmaningrum, S.Kep, M.Si.Med berhasil lolos pendanaan Dikti tahun 2016-2017.

Program Kreativitas Mahasiswa Pengabdian Masyarakat (PKM-M) KAMUS SADAR SEHAT merupakan inovasi program kesehatan yang diberikan kepada siswa di SD Negeri Pudakpayung 02.

Berdasarkan dari hasil observasi dan wawancara yang dilakukan oleh tim kepada siswa di SD Negeri Pudakpayung 02 terdapat 20 siswa masih belum mengetahui langkah-langkah cuci tangan benar, 20 siswa memiliki  kebiasaan tidak menggosok gigi sebelum tidur, 5 siswa masih mendengarkan lagu menggunakan headset lebih dari 30 menit dan membaca buku sambil tiduran.

Dari hal-hal tersebut yang melatarbelakangi kelompok untuk membentuk kader kesehatan di SD Negeri Pudakpayung 02.  Endang Sri Wahyuni, S.Pd selaku kepala sekolah SD Negeri Pudakpayung 02  mengapresiasi adanya program kamus sadar sehat ini. 

“Saya senang sekali Mbak ada program seperti ini di sekolah. Soalnya dulu pernah ada program kesehatan juga dari mahasiswa, ya gitu mbak panas di awal tapi hilang di akhir. Harapan saya agar kader mungil ini tetap berlanjut seterusnya” ujarnya.

Kader mungil sejumlah 40 anak yang terdiri dari siswa kelas 3 dan 4. Kader mungil dibekali ilmu melalui pelatihan dengan materi kebersihan tangan, kesehatan gigi dan mulut, serta kesehatan telinga dan mata. Pembelajaran dilaksanakan dengan metode fun learning, pemberian motivasi dan demonstrasi.




Alat bantu yang digunakan meliputi buku panduan dalam bentuk komik, slide power poin tiap materinya, serta alat peraga gigi, snellen chart dan garpu tala. Nanda salah seorang kader mungil mengatakan bahwa dengan menjadi kader mungil ini dapat meningkatkan pengetahuan dalam bidang kesehatan dan juga dapat memeriksa kesehatan orang banyak. 

”Saya senang kak bisa jadi kader mungil. Bisa nambah ilmu, bisa periksa orang tua. Nanda juga senang belajar bareng sama kakak-kakak semua”, ujarnya.

Setelah pelatihan, kader mungil melaksanakan pemeriksaan kepada siswa yang ada di SD Negeri Pudakpayung 02. Pemeriksaan rutin yang dilaksanakan pada tanggal 29 April 2017, 6 Mei 2017, 13 Mei 2017 dan 23 Mei 2017. 

Fian seorang kader mungil kelas 4 juga mengatakan setelah menjadi kader mungil lebih menjaga kesehatan dengan cara mencuci tangan dengan 6 langkah benar pada 5 moment cuci tangan. 

“Jadi kader mungil itu bikin saya bangga kak, karena bisa jadi pelopor kesehatan di sekolah, dari yang dulu belum bisa memeriksa sekarang jadi bisa periksa teman dan orang tua” tambahnya. (Hanifah)

- Ringan Mencerdaskan -

Pembuat Poster Garudaku Kafir Bukan Pengurus BEM Undip


SEMARANG, KampusUndip.com - Rektor Universitas Diponegoro Prof Yos Johan Utama memberikan klarifikasi terkait poster provokatif "Garudaku Kafir" yang ditemukan di kampus Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP).

Rektor meluruskan informasi yang sebelumnya beredar di sejumlah media yang memuat berita bahwa pembuat poster tersebut dirancang pengurus BEM Undip.

"Ini saya klarifikasi, (pembuat poster-red) bukan struktur BEM Undip, ya!" Ujar Prof Yos dalam konferensi pers di Ruang Sidang Rektorat Kampus Undip Tembalang, Semarang, Senin (22/5).


Guru Besar Fakultas Hukum itu menyampaikan bahwa yang benar adalah oknum BEM FISIP, bukan BEM Undip. 

Beliau menambahkan, pemasangan poster tersebut bukan atas nama lembaga, melainkan inisiatif pribadi dan belum mendapat persetujuan dari BEM FISIP maupun Dekanat. Serta tidak memenuhi SOP seperti menyertakan stempel BEM atau Senat sebagai syarat menempel poster di kampusnya.

Terkait pemberitaan media yang menyeret nama lembaganya, ketua BEM Undip Jadug Trimulyo, telah mengajukan Hak Jawab dan menuntut kepada media terkait untuk meminta maaf.

"Kami tentu saja mengecam dan menuntut pihak CNN Indonesia dan VivaNews.co.id untuk memenuhi Hak Jawab yang telah kami ajukan dan melakukan permintaan maaf kepada kami melalui media yang digunakan untuk mempublikasikan berita terkait dan melakukan perbaikan atas berita tersebut," Ungkap Jadug dalam konferensi pers.



Mahasiswa FISIP itu pun berharap agar kantor berita manapun bisa menyampaikan berita sesuai fakta dari kejadian yang saat ini terjadi di lingkungan kampusnya.

"Kantor berita apapun itu, bisa dapat dengan bebas, bisa menyampaikan berita, bisa mewartakan sesuatu sesuai dengan fakta yang ada. Bukan atas dasar apapun selain fakta tersebut," Harapnya.

Rektor kembali menambahkan, adanya kesalahpahaman berita ini disebabkan karena belum tentu semua wartawan yang meliput punya pengalaman hidup dalam dunia kemahasiswaan. Karena di kampus ada BEM dan Senat tingkat universitas, fakultas, bahkan akademik yang perlu dibedakan dan dipahami. (KUC/Foto:YouTube/BEM Undip)

- Ringan Mencerdaskan -

Menengok Program TAK Javanese Arts Therapy Ala Mahasiswa Undip


Telah dilaksanakannya kegiatan pengabdian masyarakat oleh mahasiwa Program Studi Ilmu Keperawatan (PSIK) Universitas Diponegoro (Undip) di panti Wreda Harapan Ibu Semarang. Kegiatan pengabdian masyarakat merupakan salah satu pengaplikasian proposal Program Kreativitas Mahasiswa Pengabdian Masyarakat (PKM-M) yang lolos seleksi oleh Dikti tahun pendanaan 2016-2017. Kegiatan pengabdian mengangkat tema depresi pada lansia. Tema dipilih berdasarkan kondisi yang ada dimasyarakat yang menunjukkan tingginya angka depresi terutama pada lansia. Pada pelaksanan kegiatan, lansia diberikan terapi Javanese Art’s Therapy yang merupakan inovasi yang berasal dari mahasiswa tim PKM-M. 

Kegiatan pengabdian bertujuan untuk memberikan pembinaan terapi depresi melalui perpaduan tari dan musik gamelan pada lansia dan pengasuh untuk dapat melakukan terapi secara mandiri. Sasaran kegiatan yaitu pada 42 lansia dan pengasuh di Panti Wreda Harapan Ibu, Semarang. Sasaran dipilih berdasarkan survey awal dengan alat uji depresi GDS (Geriatric Depression Scale) yang menunjukkan bahwa masih banyak lansia mengalami depresi serta informasi dari pengurus panti yang menyatakan keseriusan penyelesaian masalah depresi pada lansia di Panti Wreda Harapan Ibu, Semarang.

Pelaksanaan kegiatan dilaksanakan setiap sekali dalam dua minggu dengan total kegiatan sebanyak 6 kali pertemuan. Kegiatan diawali dengan sosialisasi terkait depresi, selanjutnya lansia diajarkan untuk menari dengan diiringi musik. Tari yang dipilih yaitu tari Gambang Semarang yang merupakan tarian khas Semarang sehingga mudah untuk dikenali lansia. Rencana akhir kegiatan berupa pemberian buku panduan dan CD TAK (Terapi Aktivitas Kelompok) Javanese Art’s Therapy yang dapat digunakan lansia dan pengasuh secara mandiri dikemudian hari setelah pengabdian selesai.




Hasil dari kegiatan pelatihan dan terapi ditampilkan dalam perayaan Hari Lanjut Usia Nasional (HALUN) ke-21 yang dilaksanakan pada tanggal 17 Mei 2017. Acara tersebut dihadiri oleh Dinas Sosial Kota Semarang dan beberapa instansi yang terkait. Acara HALUN berlangsung meriah dengan penampilan tari dan mendapat respon positif dari tamu undangan.

Respon positif juga diberikan dari pengurus panti dan lansia. Beberapa lansia yang mengikuti kegiatan mengatakan “ Saya senang mbak ada kegiatan seperti ini, dengan menari badan lebih sehat, tidak sekedar tidur dikamar.” (Eyang Murni)

“Saya merasa terbantu mbak dengan kegiatan seperti ini, kalau eyang-eyang terhibur saya merasa senang. Sebelumnya memang belum ada kegiatan menari seperti ini mbak, biasanya sekedar kegiatan TAK dengan membuat kerajinan atau spiritual. Jadi ini merupakan hal baru bagi lansia yang ada di Panti Wreda harapan Ibu Semarang.” Ujar Ny. Kani selaku pengurus Panti Wreda Harapan Ibu Semarang.

GERBANG TIO Membangun Generasi Bangsa Tanpa Rokok


GERBANG TIO (Generasi Penerus Bangsa Anti Rokok) merupakan program PKM Pengabdian Masyarakat yang dinaungi oleh 5 mahasiswa Undip, yaitu Irma N.S  (Keperawatan 2014), Noor D. M (Keperawatan 2014), Niken K (Keperawatan 2014), Avinda D (Keperawatan 2014) dan  Anastariva A.V (Keperawatan 2015). Program ini bertujuan membentuk kader-kader yang mampu memberikan tindakan promotif dan preventif dari rokok guna mengurangi dan mencegah penggunaan rokok di lingkungan sekitarnya.

Merokok sudah menjadi kebiasaan di segala usia, tak terkecuali pada kalangan pelajar yang disebebkan oleh bujukan teman, melihat iklan di televisi, bergaul dengan orang-orang yang suka merokok dan kurangnya informasi tentang bahaya merokok. Padahal, merokok mengakibatkan kanker, serangan jantung, hipotensi dan gangguan kehamilan. Oleh karena itu dibutuhkan perhatian khusus dalam hal peningkatan pengetahuan tentang rokok. Sasaran program ini adalah siswa kelas 4 dan 5 SD Al-Huda Semarang. Program ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan siswa terhadap rokok, sehingga mampu mengurangi penggunaan rokok usia dini serta mencegah siswa untuk tidak merokok.



Program GERBANG TIO terdiri dari 6 kali kegiatan, yaitu 4 kali penyuluhan mengenai rokok dan cara berkomunikasi dengan perokok aktif maupun pasif serta 2 kali monitoring dan evaluasi. Strategi yang digunakan oleh tim PKM-M Keperawatan Undip ini menggunakan media pembelajaran berupa komik  serta terdapat maskot “Bang Tio”  yang menjadi icon program GERBANG TIO. Hal tersebut bertujuan agar para siswa mampu memahami dengan mudah materi yang diberikan.

Bantu Tuna Netra Dengan Mas Jawa T-Netra


Pengolahan citra merupakan penelitian inti dalam teknik dan ilmu komputer. Salah satu implementasinya adalah untuk identifikasi dan klasifikasi suatu objek yang termuat dalam suatu citra. Proses analisis ini dapat digunakan baik oleh operator manusia atau secara otomatis oleh komputer melalui teknik pengolahan citra tertentu.

Disisi lain, trend pengembangan rekayasa perangkat lunak mengarah pada komputasi diatas platform perangkat bergerak (mobile computing) dan mobile phone. Perkembangan teknologi sangat mempermudah masyarakat dunia dalam mengerjakan tugasnya sehari-hari. Banyak aplikasi komputer yang dikembangkan kedalam bentuk aplikasi mobile phone. Adanya perkembangan di bidang ini sangat mempermudah masyarakat agar dapat mengakses segala sesuatu yang diinginkan dengan lebih mudah, dimanapun dan kapanpun. Sehingga, kombinasi teknologi pengolahan citra dan mobile computing merupakan hal yang dirasa cocok untuk dapat digunakan dalam membuat suatu aplikasi terbaru.

Oleh karena itu, melalui Program Kreativitas Mahasiswa, kelima mahasiswa Fisika, Universitas Diponegoro yaitu Yuyu Wahyudin (Fisika, 2013), Eva Yulianti (Fisika, 2013), Alviana Puri (Fisika, 2013), Wisnu Indrawan (Fisika, 2014) dan Aryani Devi P (Fisika, 2014) memanfaatkan kemajuan teknologi tersebut dengan mengembangkan suatu aplikasi yang ditujukan untuk penyandang Tuna Netra yakni Mas Jawa T – Netra.


Keterbatasan penyandang tuna netra dalam hal melihat menjadikan mereka sulit dalam melakukan identifikasi pada nilai nominal uang terutama pada uang kertas. Oleh sebab itu, kini Mas Jawa T-Netra hadir sebagai solusi dari permasalahan tersebut, untuk membantu penyandang Tuna – Netra dalam mendetekasi atau menentukan nilai intrinsik nominal mata uang rupiah. Dengan adanya, Mas Jawa T – Netra sebuah aplikasi scanner nilai mata uang berbasis android yang dirancang dengan metode Optical Character Recognition (OCR), Tuna Netra akan lebih cepat dalam mendeteksi nilai mata uang. Kelebih lain adalah Mas Jawa T- Netra dirancang dengan konsep yang sangat sederhana dan dapat mengeluarkan suara sehingga tentunya akan semakin membantu Tuna Netra.

Mahasiswa Undip Tanamkan Semangat Wirausaha Anak Panti Asuhan


Realisasi Peran Mahasiswa dalam Membantu Pemerintah untuk Menanamkan Semangat dan Jiwa Wirausaha Anak-Anak Panti Asuhan di Daerah Semarang

“Beri aku 1.000 orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya beri aku 10 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia,” - Soekarno

Bulusan, Semarang (14/5) – Anak-anak merupakan fondasi awal penentu keberlangsungan hidup sebuah negara, karena merekalah calon-calon pemimpin negeri yang akan membawa perubahan yang lebih baik. Inilah modal vital Indonesia yang harus selalu ditingkatkan kualitasnya demi kemajuan bangsa dan negara. Bangsa Indonesia sebagai negara dengan penduduk terbanyak keempat di dunia setelah Tiongkok, India, dan Amerika Serikat seharusnya dapat menjadi Negara yang mandiri melihat berlimpahnya sumber daya manusia.

Panti Asuhan atau Panti Sosial Asuhan Anak juga Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) ialah lembaga sosial nirlaba yang menampung, mendidik dan memelihara anak-anak yatim, yatim piatu, dan anak telantar. Panti Asuhan Riyadussalam yang terletak di Jalan Ngumpal Sari Raya RT 2 RW 4, Kelurahan Bulusan, Kecamatan Tembalang, Semarang merupakan panti asuhan yang dikelola oleh Bapak Sohihun. Panti asuhan yang telah berdiri sejak tahun 2001 ini memiliki fokus untuk membiayai hidup anak-anak yang tidak mampu sekaligus diberikan pendidikan agama layaknya di pesantren.

Melalui program kreativitas mahasiswa bidang pengabdian masyarakat (PKM-M) yang diusung oleh mahasiswa Undip dengan mengusung tema Pembentukan POSDAYA LSU (Lele, Sayur, Unggas) dengan Metode Hidroponik di Panti Asuhan Semarang Guna Mewujudkan Kemandirian Panti Asuhan. Rif’at Ayu Wijdan Irham (Ekonomi Islam 2015), Rahmat Fitriansyah (Ekonomi Islam 2015), Khisnun Baani (Manajemen 2014), dan Annisa Larasati Dewi (Budidaya Perairan 2014) menitik beratkan pada pentingnya peran mahasiswa dalam membantu pemerintah untuk menciptakan semangat dan jiwa wirausaha dalam diri anak-anak panti asuhan Riyadussalam.


Gagasan awal dari pelaksanaan program ini sebagai releksi dari ungkapan terkenal milik presiden pertama Republik Indoneisa, Soekarno yaitu beri aku 1.000 orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya beri aku 10 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia. Mahasiswa dalam upaya mewujudkan misi itu harus memastikan bahwa anak-anak panti tersebut mempunyai modal hati dan pikiran yang kuat sebagai bekal untuk masa depan negara. Adapun pelatihan kewirausahaan merupakan salah satu cara untuk memberikan modal pikiran dan pengetahuan agar kelak mereka bisa mandiri secara finansial. Nasib mereka, yang berarti juga nasib bangsa, ada ditangan kita. Penting sekali untuk menanamkan nilai-nilai kebaikan sedini mungkin melalui peran keluarga, lembaga, sekolah dan pendidikan.

Denah Kantong Parkir Kendaraan Kampus Undip Tembalang


Kantong Parkir merupakan area yang disediakan pihak Kampus Undip untuk menampung kendaraan dalam jumlah besar ketika kegiatan seperti test seleksi PTN, SBMPTN, wisuda dan sebagainya dengan tujuan mengurangi tingkat kepadatan kendaraan di jalan utama di dalam kampus.

Beberapa Kantong Parkir yang ada di Kampus Undip Tembalang antara lain:
1. Masjid Kampus (Maskam) Undip
2. Halaman Gedung ICT Centre
3. Halaman Gedung Laboratorium Terpadu
4. Kompleks Rusunawa Undip Tembalang
5. Area Stadion Futsal dan Stadion Sepakbola Undip
6. Halaman Gedung Prof. Soedarto SH
7. Gedung Parkir Terpadu RSND

Untuk lebih jelasnya tentang Kantong Parkir ini, bisa dilihat pada Denah “U-Maps” (Undip Maps). Denah ini merupakan program KAMPUSUNDIP.COM-Ahsan Group yang nantinya juga akan diupdate sesuai versinya untuk pembaharuan.

Bagi yang ingin mendapatkan gambar dengan ukuran size besar (dimensi asli), silahkan klik “view image”, atau pada gambar klik kanan > “lihat gambar”, baru disimpan agar gambar yang didapatkan jelas saat di zoom/diperbesar. Silahkan share. Semoga bermanfaat :)

Denah Rute Rekayasa Lalu Lintas Kampus Undip Tembalang


Guna memperlancar arus lalu lintas ketika volume kendaraan di jalan raya padat, salah satu yang dilakukan pihak Universitas Diponegoro (Undip) adalah melakukan rekayasa lalu lintas, khususnya di kawasan Kampus Undip Tembalang. Biasanya, hal ini dilakukan ketika musim SBMPTN tiba.

Rekayasa lalu lintas ini dilakukan dengan membagi rute jalur kendaraan yang hendak keluar kampus yang sebelumnya sama-sama masuk melalui 1 rute (warna hijau).

1. Rute Bagian Barat (Warna Merah)

Rute ini diperuntukkan untuk kendaraan yang berasal dari fakultas-fakultas yang berada di kawasan barat kampus seperti FH, FISIP, FIB, FEB, dan T.Arsitektur. Kendaraan yang berasal dari fakultas tersebut akan diarahkan keluar kampus melewati Gerbang SPBU Undip Tembalang.

2. Rute Bagian Timur (Warna Magenta)

Rute ini diperuntukkan untuk kendaraan yang berasal dari fakultas-fakultas yang berada di kawasan timur kampus seperti FPP, FPIK, FK, FKM, F.Psikologi, T.Kimia dan T.Industri. Kendaraan yang berasal dari fakultas tersebut akan diarahkan keluar kampus melewati Gerbang Bundaran Undip Tembalang.

Untuk lebih jelasnya tentang jalur rekayasa lalu lintas ini, bisa dilihat pada Denah “U-Maps” (Undip Maps). Denah ini merupakan program KAMPUSUNDIP.COM-Ahsan Group yang nantinya juga akan diupdate sesuai versinya untuk pembaharuan.

Bagi yang ingin mendapatkan gambar dengan ukuran size besar (dimensi asli), silahkan klik “view image”, atau pada gambar klik kanan > “lihat gambar”, baru disimpan agar gambar yang didapatkan jelas saat di zoom/diperbesar. Silahkan share. Semoga bermanfaat :)

Denah Titik Rawan Macet Kampus Undip Tembalang


Banyaknya kendaraan yang menumpuk di jalan raya tak jarang membuat lalu lintas di kawasan Kampus Universitas Diponegoro (Undip) Tembalang mengalami kemacetan. Apalagi di daerah persimpangan jalan. Biasanya, fenomena ini dijumpai ketika musim test masuk PTN, SBMPTN, atau wisuda tiba.

Setidaknya ada 12 titik rawan kemacetan yang ada di kawasan Kampus Undip Tembalang, yakni:
1. Exit Tol Tembalang – Pertigaan Tirto Agung
2. Perempatan Gerbang SPBU Undip
3. Depan gerbang masuk Perumda
4. Perempatan Training Center II
5. Pertigaan/Lampu Merah Masjid Kampus Undip
6. Bundaran Undip Tembalang
7. Perempatan dekat Patung Sapi FPP (Taman Rusa)
8. Area Bundaran Gedung Prof. Soedarto SH
9. Pertigaan Auditorium FPIK
10. Pertigaan jalur keluar-masuk FPIK
11. Jalan Fakultas FIB, FISIP dan FH
12. Jalan keluar Sekolah Vokasi - POLINES

Untuk lebih jelasnya dimana saja titik rawan macet, bisa dilihat pada Denah “U-Maps” (Undip Maps). Denah ini merupakan program KAMPUSUNDIP.COM-Ahsan Group yang nantinya juga akan diupdate sesuai versinya untuk pembaharuan.

Bagi yang ingin mendapatkan gambar dengan ukuran size besar (dimensi asli), silahkan klik “view image”, atau pada gambar klik kanan > “lihat gambar”, baru disimpan agar gambar yang didapatkan jelas saat di zoom/diperbesar. Silahkan share. Semoga bermanfaat :)

Denah Kampus Undip Tembalang Terbaru


Bagi Anda yang ingin mengetahui lokasi dan tempat-tempat di Universitas Diponegoro, atau peserta test seleksi SBMPTN, Ujian Mandiri (UM) dan sebagainya yang hendak mencari lokasi test di Kampus Undip Tembalang, KAMPUSUNDIP.COM (KUC) dan Ahsan Group Indonesia telah menyajikan denah Kampus Undip dalam program “U-Maps” (Undip Maps) sebagai solusinya.

Denah ini menyajikan lokasi-lokasi fakultas, jurusan, dan tempat-tempat penting lainnya di Kampus Undip Tembalang yang sangat berguna bagi Anda, khususnya yang baru pertama kali berkunjung ke Undip. Denah “U-Maps” ini nantinya juga akan diupdate sesuai versinya untuk pembaharuan.

Bagi yang ingin mendapatkan gambar dengan ukuran size besar (dimensi asli), silahkan klik “view image”, atau pada gambar klik kanan > “lihat gambar”, baru disimpan agar gambar yang didapatkan jelas saat di zoom/diperbesar. Silahkan share. Semoga bermanfaat :)

Posyandu Remaja Pondok Pesantren Ala Mahasiswa Undip


Tim PKM (Program Kreativitas Mahasiswa) bidang Pengabdian Masyarakat dari Program Studi S1 Ilmu Gizi FK Undip menggagas sebuah konsep program bernama “POSE NGETREN (Posyandu Remaja Pondok Pesantren)” yang telah lolos dibiayai oleh dikti. Program ini menjadi terobosan baru dan pertama di Indonesia sebagai solusi pemantauan status gizi remaja.

Tim yang beranggotakan Intan Puji Lestari, Silvia Inge Safitri, Vanessa Juliette Alexia, dan Raka Alif Putra ini mengadopsi konsep posyandu balita untuk diterapkan menjadi sebuah program posyandu remaja yaitu POSE NGETREN. Tujuan POSE NGETREN sendiri adalah untuk memantau dan memperbaiki status gizi santri. POSE NGETREN juga memberdayakan kader yang juga berasal dari santri dalam menjalankan programnya.

Program ini terfokus pada pencegahan anemia, peningkatan berat badan dan lingkar lengan atas (bagi yang mengalami gizi kurang) agar ketika memasuki usia pra konsepsi, status gizi santri wanita sudah ideal.



Program ini juga menghasilkan luaran buku pedoman kader santri, modul gizi remaja, dan KMS (Kartu Menuju Sehat) Remaja yang sebelumnnya belum pernah dibuat oleh pemerintah Indonesia. Selain itu, program ini juga berkerja sama dengan program pemerintah yaitu melalui puskesmas daerah setempat dalam kegiatan pemberian tablet tambah darah bagi remaja putri yang mengalami anemia.

POSE NGETREN terdiri dari 4 meja. Meja pertama adalah meja pendaftaran, kedua adalah meja antropometri (BB, TB, LiLA), meja ketiga adalah meja pencatatan KMS remaja, dan meja keempat adalah meja konseling gizi. Santri yang datang akan melewati semua meja secara berurutan. Setiap meja didampingi oleh seorang santri kader.

Pelaksanaan posyandu pertama dilakukan pada tanggal 16 April 2017 di Pondok Pesantren Tarbiyatul Islam (PPTI) Al-Falah Salatiga. Para santri menyambut dengan antusias yang luar biasa besarnya. Maka dengan itu, tim PKM POSE NGETREN berharap program ini mampu menjadi solusi dalam membantu meningkatkan pengetahuan dan status gizi remaja Indonesia dan mempersiapkan generasi yang sehat dan cerdas untuk Indonesia.

Undip Juara 1 Indonesia Energy Innovation Challenge


MAKASSAR, KampusUndip.com - Setelah beberapa prestasi yang ditorehkan Delegasi Undip di beberapa kompetisi di bulan April lalu, awal Mei ini Delegasi Undip berhasil menjuarai Indonesia Energy Innovation Challenge (IEIC) "Great Innovation for Indonesia Future" tahun 2017 yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Mesin Universitas Hasanuddin (Unhas).

Pada kegiatan yang diselenggarakan tanggal 4-6 Mei 2017 ini, Tim Marvilius Fisika 2014 Fakultas Sains dan Matematika (FSM) yang terdiri dari Ilham Alkian, Arif Hartato dan Ledi Anggara dibawah bimbingan Bapak Zaenal Arifin, M.Si, S.Si berhasil mengungguli 15 tim lainnya sebagai juara pertama pada ajang tersebut.

Lomba Karya Tulis Ilmiah ini merupakan acara tahunan yang diselenggarakan dalam serangkaian acara yang terdiri dari Seminar, LKTI dan Pameran Teknologi. Seleksi lomba dimulai dari pengumpulan berkas administrasi oleh seluruh peserta, lalu dilanjutkan dengan seleksi laporan penelitian dan diakhiri presentasi oleh finalis yang dinyatakan lolos ke Babak Final. (Ilham)

UNDIP PRESTATIF
- Ringan Mencerdaskan -
LINE : https://line.me/ti/p/%40mfz4715g

Hebat! Mahasiswa Undip Juara 1 Kompetisi Ide Gila Pertamina


JAKARTA, KampusUndip.com - M. Luqman Hakim dan Agus Supriyanto dari Undip dengan karya karya Bioetanol dari Ampas Sagu yang Dideligfinikasi dengan Gliserol dikukuhkan sebagai juara 1 Ide Gila Pertamina 2017 kategori Terobosan Produk dan Teknologi..

Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Adiatma Sardjito mengatakan dalam grand final ini, kesepuluh finalis selain memamerkan karyanya, mereka juga menyampaikan presentasi ide kepada dewan juri yang terdiri dari sejumlah ahli.

Sejumlah ahli yang menjadi dewan juri diantaranya Guru Besar Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, Rhenald Kasali dan Sekretaris Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Dadan Kusdiana. Selain itu juga ada Marketer of The Year 2016, Ahmad Bambang, Executive Director Indonesia Climate Change Trust Fund (ICCTF), Erwin Widodo, dan Creative Expert, Yoris Sebastian.

Adiatma menyebutkan, penjurian dilakukan dengan ketat mempertimbangkan berbagai aspek dan orisinalitas.

“Dan sejalan dengan visi Pertamina dalam pengembangan energi terbarukan,” ujarnya, dalam keterangan tertulis, Sabtu, 29 April 2017 sebagaimana dilansir situs resmi Undip.

Grand final kompetisi ini digelar di Gudang Sarinah Ekosistem Pancoran, Jakarta Selatan, yang menampilkan 10 finalis setelah menyisihkan 6.342 peserta dengan 1.464 ide kreatif.

Luqman Hakim (Magister Biologi angkatan 2015) dan Agus Supriyanto menggagas mengawali ide dari keprihatian yang menemukan ampas sagu industri sagu di Jepara yang membuat pencemaran, dan kemudian menyulapnya menjadi bioetanol.

Senior Vice President Non Fuel Marketing Pertamina, Basuki Trikora Putra yang juga bertindak sebagai juri menjelaskan, ide-ide energi baru yang digagas para pemenang dapat diimplementasikan paling tidak setahun setelah kompetisi. Dengan begitu, ia berharap implementasi ide-ide itu bisa jadi bentuk sumbangan menciptakan ketahanan energi Indonesia.

Basuki menyebutkan, kompetisi ini terbuka untuk umum dan untuk menjaring ide-ide kreatif energi baru dan terbarukan.

“Pemenang akan mendapatkan kesempatan bekerja sama dengan Pertamina sebagai bentuk apresiasi gagasan yang paling unggul dalam kompetisi,” kata Basuki. (sumber)

UNDIP PRESTATIF
- Ringan Mencerdaskan -

PELITA, Penyalur Listrik Tanpa Kabel Karya Mahasiswa Undip


Saat ini kita sudah sering mendengar teknologi Wireless atau teknologi tanpa kabel. Wireless sendiri yaitu melakukan suatu hubungan telekomunikasi menggunakan gelombang elektromagnetik sebagai pengganti media kabel. Saat ini teknologi wireless sudah berkembang pesat, buktinya dapat dilihat dapat dilihat dengan semakin banyaknya yang menggunakan telepon selular dan internet.

Namun bagaimana jika prinsip Wireless ini digunakan untuk menyalurkan energi listrik pada peralatan elektronik yang ada di rumah anda seperti TV, mesin cuci, atau bahkan smartphone anda, inilah suatu ide yang henda dikembangkan oleh beberapa mahasiswa Undip yaitu mahasiswa Teknik Mesin (Trijan Romadona, Ikhsan) dan Teknik Elektro (Anwar, Angghika Kusuma, Galih Setiaji) melalui Program Kreativitas Mahasiswa atau biasa disebut PKM.

Melalui ajang PKM ini yang sudah diumumkan serentak di seluruh Indonesia pada maret lalu, Undip sendiri berhasil menempati urutan ke-2 terbanyak Lolos Pendanaan PKM se-indonesia yang diadakan oleh Dikti, Trijan dkk berhasil menyematkan namanya menjadi salah satu peserta yang lolos pendanaan melalui idenya yang diberi nama PELITA (Penyalur Listrik Tanpa Kabel).

PELITA adalah sebuah konsep dari alat penyalur energi listrik tanpa menggunakan kabel dengan mengalirkan listrik melalui medan elektromagnetik antar kumparan yang beresonansi sehingga terjadi gaya gerak listrik pada kumparan penerima.

Beberapa komponen utama penyusun PELITA salah satunya adalah Transmiter, alat ini berfungsi untuk mengirimkan energi listrik dari sumber energi ke receiver. Transmitter berupa coil yang dililit pada jumlah tertentu, dikuatkan dahulu sebelum masuk ke coil sehingga memberikan efisiensi dan jarak yang lebih optimal dalam penyaluran listrik tanpa kabel. Dan beberapa komponen utama lainnya adalah receiver, kapasitor, induktor dan coil.



Cara kerjanya yaitu ketika coil pada bagian transmitter diberikan arus listrik AC maka akan timbul sebuah medan gaya yaitu gaya Lorentz dimana gaya tersebut dihasilkan oleh Induksi Elektromagnetik yang tercipta oleh fluks akibat arus listrik AC yang mengalir pada luasan bidang coil. Ketika gaya Lorentz tercipta maka akan timbul bidang gaya yang dapat menginduksi coil lainnya dengan syarat dalam resonansi induksi yang sama.  Ketika coil lain terinduksi maka arus listrik akan timbul pada lilitan tersebut sehingga transmisi listrik tanpa kabelpun terjadi.

Melalui konsep yang sedang dikembangkan ini harapannya PELITA bisa menjadi sebuah inovasi di masa depan dalam hal penyaluran dan distribusi energi listrik pada rumah tangga sekaligus memberikan solusi atas permasalahan kebakaran akibat kosleting arus pendek pada kabel yang sering dihadapi oleh masyarakat karena penggunaan kabel yang salah dan berlebihan saat menggunakan peralatan elektronik di rumah tangga.

- Ringan Mencerdaskan -

Rangkul BUNDA, Untuk Gizi Anak Autis Yang Lebih Tepat


BUNDA merupakan suatu Program Kreativitas Mahasiswa Pengabdian Masyarakat (PKM-M) Universitas Diponegoro (Undip) yang bertujuan untuk memberdayakan ibu-ibu dengan anak autis agar lebih mampu memilih dan mengolah bahan makanan yang tepat untuk anaknya yang berkebutuhan khusus.

Mengapa harus autis? Autis merupakan suatu gangguan metabolisme yang sangat kompleks terutama pada bagian usus yang mengakibatkan pengaturan makanan pada autis sedikit berbeda dibandingkan dengan pengaturan makan pada orang normal. Apabila terjadi kesalahan konsumsi makanan pada anak autis dapat berdampak pada gangguan perilaku, penurunan status gizi hingga sampai kematian.

Mengapa harus ibunya? Ibu merupakan sosok yang memiliki peran penting dalam mengontrol asupan anak, sehingga seorang ibu yang cerdas dan mandiri harus mampu memilih bahan makanan yang sesuai untuk anaknya.

Tujuan akhir dari program ini adalah meningkatkan ketrampilan ibu dalam menyelenggarakan makanan untuk anaknya yang memiliki kebutuhan khusus. Program ini dilaksanakan di SLB N Ungaran, dalam kurun waktu April hingga Mei 2017.

BUNDA memiliki 6 kali kegiatan:
1. BUNDA PINTAR 1
2. BUNDA PINTAR 2
3. DAPUR BUNDA 1
4. DAPUR BUNDA 2
5. DAPUR BUNDA 3
6. CLOSING

Bunda pintar merupakan kegiatan materi dimana yang disampaikan adalah teori-teori mengenai autis. Sedangkan dapur bunda merupakan kegiatan yang berupa implementasi penyelenggaraan makanan yaitu memasak makanan dengan bahan makanan yang sesuai dengan kondisi autis.

Tim PKM-M BUNDA memiliki 5 anggota, diantaranya Fahad Syifaushudur (Ilmu Gizi 2014/ketua), Rusda Camelia (Ilmu Gizi 2014/anggota), Gita Zeny Prasetya (Ilmu Gizi 2014/anggota), M. Tri Putra Utomo (Ilmu Gizi 2014/ anggota), Kemal Imran Pratikto (Kedokteran Umum/2015).

- Ringan Mencerdaskan -

FPP Undip Juara 3 Agritech Cup Universitas Brawijaya


MALANG, KampusUndip.com – Tim Futsal Fakultas Peternakan dan Pertanian (FPP) Undip berhasil meraih peringkat 3 dalam turnamen Agritech Cup yang digelar oleh Universitas Brawijaya (UB) tahun 2017.

Agritech Cup adalah event tahunan yang diadakan oleh Universitas Brawijaya Malang. Event ini dikhususkan untuk agrocomplex se-Jawa dan Bali.

Event yang digelar April 2017 ini diikuti oleh berbagai universitas ternama di indonesia seperti Universitas Padjadjaran, Universitas Gadjah Mada, Universitas Sebelas Maret, Universitas Brawijaya, dan lain-lain.

Komposisi pemain yang diturunkan pada ajang kali ini adalah Dimas Ardian (gk), Bintang Aditya (gk), Yanu Andria, Bangkit Prasetyo, Anggih Noor Alamsyah, M. Riza rosidi, Volimania Mahar, Sandy Susanto, Malik Prayoga, Agung Husna, dan Aprie Nur Huda. Kemudian Sigit Rafael sebagai pelatih, Wenang Gusti dan Lanang Dhamar sebagai official. (KUC/Yanu)

UNDIP PRESTATIF
- Ringan Mencerdaskan -

Daftar Prestasi Mahasiswa Undip 2016 Periode November-Desember


Rekapitulasi Daftar Prestasi Mahasiswa Universitas Diponegoro (Undip) Tahun 2016 Periode November - Desember Tingkat Regional, Nasional dan Internasional:

BULAN NOVEMBER 2016:

1. Best Presentation Sriwijaya International Conference on Engineering, Science and Technology (SICEST) | Internasional (1) | Peraih: Hashfi Hawali Abdul Matin (Teknik Lingkungan 2012), Indra Hukama Ardinata (Teknik Lingkungan 2012) dan Larasati Gumilang Kencanawardhani (Teknik Lingkungan 2012)

2. Juara Tenis PORSIMAPTAR (Pekan Olahraga Mahasiswa Pelajar Taruna) 2016 tingkat SMA-Universitas se-Jawa-Bali | Regional (3) | Peraih: Nundy Miftahusni (Manajemen 2015) juara 1 ganda putra, Deffi Sabila (Teknik Geologi 2014) juara 3 ganda putri, Bunga Andesta Hanri (Agribisnis Pertanian 2013) juara 3 ganda putri

3. 2nd Runner Up dan Medali Ajang 3rd Chiang Mai University-International Medical Challenge (CMU-IMC) Thailand | Internasional (4) | Peraih: Surya Pratama Brilliantika, Bernadus Riyan, dan Helen Malinda; 1. Silver MCQ round : Bernadus Riyan; 2. Bronze TSE round : Gregorius Thomas, Febby Valencia; 3. Bronze MCQ round : Gregorius Thomas, Febby Valencia (FK)

4. Juara 1 Research Paper Pasific Fest (Padjadjaran International Scientific Festival) Bandung | Internasional (1) | Peraih: Andika Agus Budiarto, Alem Pramudita, dan Stella Andriana (FK)

5. Juara 3 LKTI National Nursing Festival dan 3 Best Innovation Paper International Nursing Student Symposium and Festival (INSympoFest) 2016 Universitas Indonesia (UI) | Nasional (1); Internasional (1) | Peraih: Efilia Intan Sari, Yuni M. Lestari Sianipar, dan Dian Eka Solehati (FK)

6. Honorable Mention Pertamina Olimpiade Sains ASEAN | Internasional (1) | Peraih: Istiana Noorita Rahma (2013), Alfiyanti (2013), dan Deo Reynaldo Alwi (2014) FT

7. Juara 2 Paper Competition dan Juara 1 & 2 Poster Competition Geology Total Action Universitas Pembangunan Nasional Veteran (GTA UPN) Yogyakarta | Nasional (3) | Peraih: Muhammad Frasetio (Juara 2 Paper), Muhammad Bagus Pranata dan Tim (Juara 1 Poster), dan Kurnia Sandi dan Tim (Juara 2 Poster) FT

8. Juara 2 Esai Ilmiah Al-Qur'an IMSCOBI Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Brawijaya (UB) | Nasional (1) | Peraih: Fahad S (FK 2014)

9. Medali Emas kategori MEDIAMORFOSIS PARADE JURNALISTIK Epicentrum Unpad | Nasional (1) | Peraih: Tim FISIP dengan judul “Lebih Dari Cantik”

10. Juara 1 Kejurnas Futsal Peternakan Bale Santika Jatinangor, Bandung | Nasional (1) | Peraih: Tim Futsal Fakultas Peternakan dan Pertanian (FPP)

11. Juara 3 Debat Nasional Padjadjaran Social and Political Days | Nasional (1) | Peraih: Ester Elisabeth (FISIP), Puspita Kirana, Farhan Rizky Muhammad

12. Juara 2 Nasional Academic Constitutional Drafting MPR RI | Nasional (1) | Peraih: Ahmad Rifa'i (2013), Ade Bagus Riadi (2013), Chrystofer (2013), Adintya Tabita Roesi (2013), dan Alifah Aminatuz (2013) FH

13. Juara 1 LKTI Ikab National Scientific and Writing Competition “Insight” Unhas Makassar | Nasional (1) | Peraih: Muhamad Nastain dan Sarifudin Avycena (FSM)

14. Penghargaan “UKM WOW! 2016” Membangun Kewirausahaan Lokal Semarang | Regional (1) | Peraih: Regandhi Islam Aditio Riyadi (FPP 2013)

15. Juara 2 Business Plan 2nd UTU Awards 2016 | Nasional (1) | Peraih: Bimanto Bayu Bintoro (Matematika 2015) Ridwan Abdullah (Biologi 2015), dan Laitufa Nida (Fisika 2015) FSM

16. Juara Debat Bahasa Inggris PORSIMAPTAR 2016 | Regional (6) | Peraih: 1st Champion (Ester Ilkom 2016, Leidy Fisika 2015, Ardita FK 2015). Tim Undip B Ester Elisabeth (FISIP 2016), Ladaina Noura (FSM 2015), Ardita (FK 2015) Juara 1. Tim Undip A Ariyoga Adento (FH 2015), Annisa A. Utami (FT 2015), Athiya Nahdhiana (FSM 2015) Juara 2. Ester Elisabeth meraih gelar 1st Best Speaker, Annisa A. Utami meraih 2nd Best Speaker, Ladaina Noura meraih 3rd Best Speaker

17. Penghargaan International Council for Small Business (ICSB) Indonesia Presidential Award | Peraih: Universitas

18. Juara 3 Lomba Tari Tradisional PORSIMAPTAR | Regional (1) | Peraih: Tim tari Ilmu Kelautan Undip

19. 2nd Runner Up Padjajaran National Economics and Business Conference Universitas Padjajaran | Nasional (1) | Peraih: Raesha br Sebayang (2015), Annisa Sugesti (2015), dan Rizki Faizatun N (2015) FSM

20. Juara 1 National Islamic Accounting Olympiad BPKMJ Akuntansi Syariah UIN Walisongo | Nasional (1) | Peraih: Vani Wulansari (2015) dan Satrio Ramadani (2015) FEB

21. Juara 2 Urban Ethanol Kompetisi Mobil Hemat Energi (KMHE) UGM Yogyakarta | Nasional (1) | Peraih: Tim Antawirya Undip

22. Juara 1 Nasional Concrete Competition Indocement Awards | Nasional (1) | Peraih: Zaenal Khafido, Yoga Bangun Nugroho, dan Bagus Wicaksono (FT)

23. Juara I LKTI Law Year 2016 FH UNS Surakarta | Nasional (1) | Peraih: Mustofa Hidayat (2013), Fadhila Fitriyadi (2013), dan Marzellina Hardiyanti (2014) KSHI & KRD FH

24. Juara Umum Medsmotion (Medical Sebelas Maret Scientific Competition) | Nasional (1) | Peraih: Tim FK Undip

25. Juara 2 Lomba Debat Bahasa Indonesia Olimpiade Ilmiah Vokasi Nasional Universitas Indonesia (UI) | Nasional (1) | Peraih: Agung Raafi Eka Permadi, Muhamad Farizal & Bima Wicaksono (D3-Teknik Perkapalan)

26. Juara 1 Lomba PKM-K Olimpiade Ilmiah Vokasi Nasional Universitas Indonesia (UI) | Nasional (1) | Peraih: Anggita Wulan Mandasari, Shita Resmi Wulandari, Idha Ayu Aprilia, dan Sri Aulia Riyyana (D3 FEB)

27. Medali Kejuaraan Taekwondo “Rektor Undip Cup” pelajar dan mahasiswa se-Jawa Tengah | Regional (15) | Peraih:

Peraih Medali Emas:
1. Putu Pinandytha BR, Oseanografi 2013
2. Shabrina Hana Mutiara N., S1 Ilmu Pemerintahan 2014
3. Uli Cinthia Dewi, Sastra Inggris 2015
4. Henessy Quinster, Administrasi Publik 2016
5. Fega Frendiansyah, Teknik Industri 2016

Peraih Medali Perak:
1. Vindy audiba karchely, D3 Teknik Perkapalan 2014
2. Farel Mauluvi Akmal A., S1 Teknik Perkapalan 2015
3. Khevin Candra Abimanyu, Fakultas Hukum 2016
4. Fadhel Muhammad, Teknik Arsitektur 2016
5. Salma Salsabila Yudistya, D3 Teknik Sipil 2016

Peraih Medali Perunggu:
1. Stefanus Hamonangan Siregar, Fakultas Hukum 2013
2. Jaka sena prakarsa, Fakultas Hukum 2015
3. Ridho Iqbal maulana, S1 Teknik Mesin 2015
4. Hani Nuraini, Budidaya Perairan 2016
5. M. Wahfi Udin Ma'ruf, S1 Teknik Perkapalan 2015

28. 3 Besar Program Kreativitas Mahasiswa bidang Kewirausahaan (PKM-K) Olimpiade Vokasi Nasional | Nasional (1) | Peraih: Siti Maemonah, Juanita Tya Puspa, Yuliana Fadillah (D3 Teknik Kimia 2016)

29. Juara 1 ITB Civil Engineering Expo (ICEE) | Nasional (1) | Peraih: M. Saifuddin Amanullah (PWK 13) Godlive Handel A (PWK 13) M. Hafidz Satria (PWK 13) Ika R (Sipil 13)

30. Juara 1 Hovercraft Race Competition MMENE UI 2016 (4 Tahun beruntun) | Nasional (1) | Peraih: Krisna Bayu Setiawan dan Karno R Malau (HYD02 Amphilive)

31. Juara 3 favorit tingkat internasional dan Juara 3 tingkat nasional Quarry Live Award 3rd Edition yang digelar oleh Heidelbergcement | Nasional (1); Internasional (2) | Peraih: Dosen FPP Bapak Bagus Herwibawa, S.P., M.P. dan Mahasiswa Departemen Teknik Kimia Purbo Suseno

32. Juara 1 International Exhibition Contest A-PROTECT (I-CHALLENGE) 4-6 November 2016 | Internasional (1) | Peraih: Nur Warrohman Andre S (FSM), Rifki Silihatun (FSM), Christian MT Sinaga (FT)

33. Best Innovation Asia Pasific Future Leader Kuala Lumpur, Malaysia 23-27 Nov 2016 | Internasional (1) | Peraih: Nur Sitha Afrilia (FIB)






BULAN DESEMBER 2016:

1. Juara 2 Putri SRT Competition Mapadoks Unisula (SCAPULA) Provinsi Jawa Tengah dan DIY | Regional (1) | Peraih: Nur Anisa (Matematika FSM 2015, UKM Wapeala)

2. Juara 1 LKTI Ekonomi Islam Telmikom Polines Fossei Semarang | Regional (1) | Peraih: Manarul Hidayat (KSEI FEB)

3. Medali Kejuaraan Nasional Merpati Putih Brawijaya Terbuka (1 Perak dan 2 Perunggu) | Nasional (3) | Peraih: Afifah Hurin - FEB 14 - Medali Perak; Almira Rahmadhani - FEB 14 – Medali Perunggu; Afdi Wijaya - FEB 14 - Medali Perunggu (UKM Merpati Putih)

4. Medali Semarang Open Indoor Archery Championship SAS Open Nasional | Nasional (4) | Peraih: UKM Diponegoro Archery Club (DAC) 3 Perak dan 1 Perunggu

5. Juara 1,2, dan 3 IDE MUDA Nasional | Nasional (4) | Peraih: Juara 1 Suara Merdeka oleh tim RnB; Juara 2 Siba Surya oleh tim Hipmi PT Undip; Juara 3 Siba Surya oleh tim Kewirausahaan BEM Undip

6. Juara Lomba Debat Bahasa Inggris Satya Wacana Debating Rumble (SWDR) Nasional | Nasional (4) | Peraih: 1. Undip A (Ladaina Noura dari FSM, Angelica Okta dari FT, Athiya Nahdhiana dari FSM) sebagai Champion; 2. Ladaina Noura dari FSM sebagai 1st Best Speaker; 3. Ester Elisabeth dari FISIP sebagai 3rd Best Speaker; 4. Imam Fahreza dari FT sebagai 1st Breaking Adjudicator

7. Juara 1 Lomba Airlangga Youth Conference (AYC) 2016 Bidang Kesehatan Nasional | Nasional (1) | Peraih: Galih Ricci Muchamad (Pend. Dokter 2015) Sylvia Teresa (Pend. Dokter 2014) Reza Tri Sutrisno (Pend. Dokter 2015)

8. Juara 1 dan MVP Turnamen President Cup XXVI antar Fakultas Hukum se-Indonesia | Nasional (8) | Peraih: UPK Basket FH dan Muhammad Reza Farizi (FH 2016)

9. Juara 1 dan Juara Favorit Kompetisi Pangan Nasional | Nasional (2) | Peraih: Tim Makaros Undip, Misbachul Umam (FPP '13), Lamaanul Himmah (FPsi '13) dan Fitri Nengsih Chaniago (FKM '13)

10. Juara 1 Competition of Nurse Science (CNS) Universitas Airlangga (Unair) Surabaya | Nasional (1) | Peraih: Fadia Primadesty, Mustika Suci, dan Niken Kusumaningrum (FK)

11. Juara 2 Fuel Engine Rc Boat KKCTBN (Kontes Kapal Cepat Tak Berawak Nasional) Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya (PPNS) | Nasional (1) | Peraih: Team "HYD Amphilive" Krisna Bayu Setiawan, Karno R Malau, dan Latif Tri Nugraha (FT)



Keterangan: Daftar di atas berdasarkan prestasi sepanjang tahun 2016 yang terdata pihak KampusUndip.com (KUC) / dipublikasikan di website www.kampusundip.com

UNDIP PRESTATIF | KAMPUSUNDIP.COM
- Ringan Mencerdaskan -