Aleppo Membara (Lagi), Mahasiswa Undip Kembali Galang Donasi


SEMARANG (KampusUndip.com) – Mahasiswa Universitas Diponegoro (Undip) menggalang dana donasi untuk warga Aleppo yang menjadi korban konflik perang di Suriah.

Penggalangan dana ini dilakukan bersamaan dengan kegiatan Wisata Qur’an di Masjid Kampus Undip Tembalang, Semarang (15/12).

Dari kotak infaq yang dijalankan sekitar 20 menit menjelang kegiatan berakhir, terkumpul dana sebesar Rp 3.520.000. Dana tersebut kemudian diserahkan ke pihak ACT (Aksi Cepat Tanggap) untuk disalurkan ke warga Aleppo di Suriah. Turut hadir dalam acara tersebut perwakilan dari ACT, Bapak Suroto.



Dilansir detikcom, tragedi Aleppo kembali pecah pada 12 Desember 2016 yang menyebabkan 82 warga sipil meninggal dalam serangan yang dilancarkan pasukan pemerintah rezim Presien Bashar Al-Assad. Mereka yang meninggal ditembak mati termasuk wanita dan anak-anak.

Atas kejadian ini pula, lampu Menara Eifel di Perancis yang biasanya menyala terang di malam hari, untuk sementara waktu dipadamkan sebagai bentuk protes warga Perancis atas pertempuran yang terjadi di Aleppo.

Selain di Masjid Kampus Undip, penggalangan dana juga dilakukan oleh sejumlah mahasiswa lainnya seperti di Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) dan Fakultas Sains dan Matematika (FSM).

Kabar berita pecahnya konflik Aleppo juga santer di media sosial seperti di Facebook dan WhatsApp. Seperti tulisan berikut:

Sekitar 70.000 dari total 280.000 warga Muslim di Aleppo bagian timur yang terkepung menyerahkan diri ke wilayah rezim. Para pria di antara mereka diambil rezim dan dipaksa ikut menjadi personel militer, jika tidak akan dieksekusi mati.

Serangan besar-besaran rezim yang dimulai sejak 26 November sembari diiringi oleh pemboman masif oleh Rusia, telah membunuh ratusan jiwa, menghancurkan fasilitas medis, menutupi jalan-jalan dengan reruntuhan semua fasilitas publik didalamnya telah hancur.

Wilayah yang tersisa dari Aleppo timur hanya 8 km persegi, 100.000 jiwa muslim saling berhimpitan didalamnya. Aleppo akan menjadi ajang pembantaian massal terbesar di dekade ini. (Bilal Abd. Karim, Jurnalis Muslim di Aleppo)

Berikut foto-foto keadaan Aleppo bagian timur pasca serangan seperti dilansir akun Facebook Middle EAST Update:













- Ringan Mencerdaskan -