Serunya Mengulas RUU KUHP Bersama Guru Besar FH Undip


SEMARANG (KampusUndip.com) – Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Gema Keadilan Fakultas Hukum (FH) Undip menggelar diskusi dan seminar bertajuk #NGOPI5 “Apa Kabar RUU KUHP?”.

Acara yang digelar di ruang Litigasi FH Kampus Undip Tembalan ini berlangsung pada Sabtu, 19 November 2016 dengan mendatangkan sejumlah pembicara. Salah satunya adalah guru besar FH Undip Prof. Barda.

Beliau mengulas dengan detail seputar RUU KUHP. Di Indonesia, sejarah RUU (Rancangan Undang-Undang) KUHP (Kitab Undang-Undang Hukum Pidana) tak lepas dari hukum yang dianut oleh Belanda yang berasal dari Perancis. Hal ini juga yang menjadi salah satu hal yang didiskusikan apakah hukum yang asal muasalnya bukan dari Indonesia cocok atau tidak untuk digunakan di Indonesia yang memiliki kultur berbeda.

Salah satu peserta turut menyampaikan statement dalam pertanyaannya terkait hukum di Indonesia. Yakni yang diperlukan saat ini sebenarnya apakah reformasi atau revolusi hukum.

Prof. Barda juga menyampaikan bahwa meski Indonesia merupakan negara Hukum, nilai-nilai hukum ketuhanan juga tidak boleh dilepaskan. Menurut beliau, hukum yang berlaku di masyarakat seperti norma dan doktrin juga harus diperhatikan. Prof. Barda mencontohkan dari salah satu negara di Eropa, yakni Inggris, yang lebih menomorsatukan hukum yang berlaku di masyarakat (norma-red) jika ada suatu perkara dibandingkan proses hukum di meja hijau.

“Ilmu hukum pidana yang tidak dilengkapi dengan hukum ketuhanan tidak lengkap,” Ujar Prof. Barda.

Diskusi dan seminar #NGOPI ini merupakan acara rutin yang digelar LPM Gema Keadilan dengan ciri khasnya yang menyediakan ‘wejangan’ secangkir kopi dan snack.

Khusus pada #NGOPI5 ini, para peserta berkesempatan foto bersama dengan Guru Besar FH Undip Prof Barda di akhir acara. Tak hanya itu, kegiatan yang diselenggarakan secara gratis ini juga menyediakan sarapan siang prasmanan secara cuma-cuma bagi seluruh peserta seminar. (KUC)

KAMPUSUNDIP.COM
- Ringan Mencerdaskan -