MAHASISWA TAKUT BIROKRASI KAMPUS??? [OPINI]


Oleh : Dianes Widodo HMMD3 FT Undip 2015

Assalamu’alaikum. Sebagaimana kita sama-sama tahu, mahasiswa dan birokrasi kampus merupakan dua pihak yang tidak dapat dipisahkan. Bisa dikatakan seperti itu karena salah satu penyebabnya, adalah saling keterbutuhan di antara keduanya, tak lain adalah karena masalah akademik dan juga kemahasiswaan.

Seringkali kita temui berbagai isu tentang munculnya masalah antara mahasiswa dan birokrasi kampus, masalah akademik yang kadang dipersulit, dana kegiatan mahasiswa yang sulit cair, pergerakan mahasiswa yang seringkali terhambat / dihambat(?). Ya, masalah yang rasanya tidak banyak berubah setiap kita mendengar isu masalah tersebut.

Mungkin kita lupa bahwa mahasiswa dan birokrat seharusnya berjalan berdampingan saling melakukan kontrol terhadap kedua belah pihak. Namun, benarkah yang sering kita lihat diatas, mahasiswa seringkali kehilangan dayanya “seperti saat didepan mahasiswa baru” ketika sedang menghadapi banyak perkataan manis dan seringkali pahit (re:penolakan dan semacamnya) dari birokrat kampus.

Benarkah yang kita lakukan sekarang?

Apakah dengan menjadi mahasiswa pejuang ipk; mahasiswa “kupu-kupu”; mahasiswa yang sangat mudah takluk pada birokrasi; kita sudah berjalan pada jalan kebenaran? Nampaknya sebagai mahasiswa yang memiliki 4 fungsi seperti agent of change; iron stock; social control; dan moral force; kita harus lebih memberanikan diri dalam memperjuangkan hal yang benar, juga senantiasa memperjuangkan rakyat dan tentunya tak melupakan akademik. Apakah pantas perantara antara rakyat dan pemerintah sering takluk kepada birokrat? Bagaimana kita akan begitu mudah menyerah dalam memperjuangkan kepentingan sang empunya kedaulatan di negeri tercinta ini?

Hanya Allah dan hati nurani kita yang tahu jawaban dan apa yang harus kita lakukan kedepan. Semoga tulisan ini memberi manfaat bagi setiap pembaca, aamiin. Wassalam

HIDUP MAHASISWA!

HIDUP RAKYAT INDONESIA!