Rektor Unmul Terbitkan Larangan Main Pokemon Go. Jika Ketahuan, Ini Akibatnya!


SAMARINDA (Kampusundip.com) – Demam Pokemon Go sudah mewabah ke berbagai lapisan masyarakat. Pihak Universitas Mulawarman (Unmul) pun menanggapi serius demam permainan Pokemon Go ini.

Rektor Unmul, Masjaya resmi mengeluarkan edaran yang berisi larangan bagi seluruh civitas akademika bermain Pokemon Go dalam lingkungan kampus.

Seperti dilansir jpnn, melalui surat edaran bernomor 307/UN17/20216, rektor menginstruksikan kepada seluruh pimpinan lembaga fakultas, lembaga dan UPT untuk melarang PNS maupun non-PNS bermain game berbasis virtual GPS dalam wilayah kampus Unmul.

Menurut Masjaya, edaran tersebut merupakan turunan dari surat edaran Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi terkait larangan bagi aparatur sipil negara (ASN) untuk bermain game virtual berbasis GPS.

Dengan dikeluarkannya surat edaran tersebut, maka tidak ada lagi tempat bagi mahasiswa atau pegawai untuk bermain Pokemon Go di lingkungan Universitas Mulawarman.

Ia menegaskan, jika ketahuan ada yang mencari Pokemon di Unmul, mereka akan diusir keluar dari kompleks kampus Unmul. Padahal, ada banyak PokeStop di kawasan Unmul yang pasti menarik bagi para pemburu Pokemon.

Kebijakan ini menimbulkan pendapat dari mahasiswanya. Alvi misalkan, mahasiswa Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan tersebut mengaku tidak setuju dengan edaran baru yang dikeluarkan rektornya.

"Permasalahan Pokemon Go dilarang di Unmul atas dasar apa? Jika ada Mahasiswa yang bermain sambil mengendarai motor itu bukan salah game-nya, melainkan si pemain tersebut. Bagi saya, justru Pokemon Go memberikan dampak positif karena kita bisa bertemu teman-teman baru," ujarnya. (sak/stv/jos/jpnn)

(Diolah dari : jpnn.com)

- Ringan Mencerdaskan -