11 Warna Bendera

Representasi dari 11 fakultas di Undip

Patung Diponegoro (Pangeran Diponegoro)

Icon-nya Kampus Universitas Diponegoro

Tugu Bundaran Kampus Undip Tembalang

Pintu gerbang utama masuk kampus Undip Tembalang

Ruang Terbuka Hijau Kampus Undip

Menuju Kampus Undip yang Asri dan Sejuk untuk Aktivitas Mahasiswa dan Masyarakat Sekitar

Gedung Prof. Soedarto S.H

Pusat Kegiatan Seminar, Workshop, Seni, Verifikasi-Registrasi, dll

Gedung ICT Centre dan Laboratorium Terpadu

Pusat Informasi Dalam dan Luar Negeri, IT, dan Laboratorium Penelitian

Masjid Kampus (Maskam) Undip

Pusat Kegiatan Islam Mahasiswa (Kajian, Wisata Ruhani, Wisata Ilmu, Mentoring, TPQ, Muslimah Training, dll)

Rusunawa Undip

Fasilitas Tempat Tinggal yang disediakan Pihak Kampus Bagi Mahasiswa

SPBU Undip Tembalang

Stasiun Pengisian Bahan Bakar yang Terintegrasi di Dalam Area Kampus. Satu-satunya di Jawa Tengah

Rumah Sakit Nasional Diponegoro (RSND)

Rumah Sakit Universitas Milik Undip Berstandar Nasional. Satu-satunya di Jawa Tengah

'Futsal Indoor Stadium' Undip

Stadion Futsal Kampus Undip Berkelas Internasional. Satu-satunya di Jawa Tengah

Bendungan Waduk Undip

Mega Proyek Pembangunan Waduk Kampus Undip. Satu-satunya di Jawa Tengah

Waduk Undip (Waduk Pendidikan Diponegoro)

Area Konservasi, Wisata Pendidikan dan Penelitian Mahasiswa, Pembangkit Listrik, dll. Satu-satunya di Jawa Tengah

Stadion Sepakbola Undip

Pusat Kegiatan Olahraga Sepakbola di Kompleks Gelora Undip Tembalang, Semarang

Upacara PMB di Stadion Undip

Lebih Dari 50 Ribu Mahasiswa Menimba Ilmu di Kampus Undip

Upacara Penerimaan Mahasiswa Baru di Stadion Sepakbola Undip

Menerima rata-rata 10 Ribu Mahasiswa Baru Tiap Tahun

Widya Puraya

Salah Satu jantung Kampus Undip Tembalang (UPT Perpustakaan, LP2MP, Posko KKN, Lapangan Upacara, dll)

Website Utama Undip Gunakan Bahasa Inggris


SEMARANG (Kampusundip.com) – Website resmi utama Universitas Diponegoro (Undip) kini menggunakan Bahasa Inggris sebagai bahasa utama dalam penulisan artikelnya ketika pengunjung pertama kali mengaksesnya.

Penggunakan Bahasa Inggris ini akan dijumpai ketika seseorang mengunjungi laman website utama dengan keyword www.undip.ac.id, maka untuk pertama kali pengunjung akan langsung disuguhkan dengan website utama Undip menggunakan bahasa Inggris dalam penulisan artikel beritanya.

Selain penggunaan bahasa Inggris, perubahan juga tampak pada tampilan template website yang kini menggunakan komposisi template berwarna putih keabu-abuan. Sebelumnya, website Undip berwarna dominan biru, lalu berganti putih-hitam-kuning sebelum menjadi seperti saat ini. Selain itu, juga ada penambahan widget slide photo justice pada tampilan beranda website.

Berdasarkan pantauan KAMPUSUNDIP.COM, penggunaan bahasa Inggris sebagai bahasa utama website Undip dan template yang baru ini dijumpai sejak bulan Juni 2016.

Meski menggunakan bahasa Inggris saat pertama kali mengakses, pengunjung bisa merubah tampilan website Undip menjadi bahasa Indonesia dengan menekan tombol opsi Bahasa Indonesia pada bagian kanan atas website. (KUC)

- Ringan Mencerdaskan -
LINE : 
https://line.me/ti/p/%40mfz4715g

Kebakaran Dekat Kampus Undip, 1 Orang Tewas


SEMARANG (Kampusundip.com) – Peristiwa kebakaran melanda sebuah ruko di Jalan Hayam Wuruk, Kota Semarang, yang lokasinya tidak jauh dari Kampus Universitas Diponegoro (Undip) Pleburan, Senin (27/6).

Akibat peristiwa ini, 1 orang dilaporkan tewas dalam kebakaran ruko yang digunakan untuk warung internet dan studio foto tersebut. Korban diketahui bernama Amoy (62).

Seperti dilansir okezone.com, Kepala Bidang Operasional dan Pengendalian Dinas Kebakaran Kota Semarang Sumarsono mengatakan korban tidak berhasil menyelamatkan diri dalam peristiwa itu karena dalam kondisi sakit.

"Korban menderita stroke sehingga tidak bisa menyelamatkan diri," katanya.

Untuk memadamkan api, sebanyak 12 mobil pemadam kebakaran diterjunkan ke lokasi. Sumarsono menuturkan api dapat dikendalikan sehingga tidak merembet ke bangunan lain. Sementara itu berdasarkan keterangan saksi mata terdapat beberapa orang yang tinggal di ruko tersebut, termasuk korban Amoy.

Warga yang mengetahui peristiwa itu sempat melempar batu ke arah jendela ruko untuk memperingatkan penghuni di dalamnya. Namun korban Amoy gagal diselamatkan dalam peristiwa nahas tersebut. (KUC/Sumber : Okezone.com/Foto : RRI)

Registrasi Administratif Calon Maba Undip Jalur SBMPTN

Rektor Universitas  Diponegoro  dengan  ini  mengumumkan kepada  yang  namanya dinyatakan lolos seleksi sebagai calon mahasiswa  baru program  sarjana Universitas Diponegoro melalui jalur SBMPTN (Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri) Tahun Akademik 2016/2017 diwajibkan melaksanakan  rangkaian  kegiatan sebagai berikut :









(Sumber : um.undip.ac.id)

Pelet Ikan Dari Eceng Gondok


Eceng gondok (Eichornia crassipes) merupakan tumbuhan air yang tumbuh di rawa-rawa, danau, waduk dan sungai yang sering dianggap sebagai gulma karena dapat menurunkan kualitas perairan. Kesuburan perairan menurun sebagai akibat dari pertumbuhan eceng gondok yang cepat. Hal ini dapat menghalangi penetrasi cahaya ke perairan dan mengganggu proses budidaya maupun penangkapan ikan di daerah rawa, danau, waduk, maupun sungai. Pengendalian pertumbuhan eceng gondok telah dilakukan melalui berbagai upaya, mulai dari pengangkatan, penebaran ikan pemangsa alga dan pemanfaatan eceng gondok. Eceng gondok yang dianggap gulma tersebut juga sudah dimanfaatkan oleh penduduk sekitar. Namun, pemanfaatan eceng gondok yang selama ini dilakukan hanya diperuntukkan sebagai bahan kerajinan dan pupuk padat.

Mahasiwa Budidaya Perairan Undip mengajak kelompok pembudidaya ikan (Pokdakan) di Desa Asinan, Ambarawa, untuk memanfaatkan eceng gondok sebagai bahan baku pakan buatan ikan (pelet). Eceng gondok yang tersedia secara melimpah dan gratis dapat menekan harga pembelian pakan, yang notabene merupakan 80% kebutuhan dalam kegiatan produksi budidaya perikanan. Selain itu, pemanfaatan eceng gondok untuk bahan baku pelet ikan dapat mengurangi efek kerusakan lingkungan yang disebabkan oleh menumpuknya eceng gondok di perairan Rawa Pening, Desa Asinan, Ambarawa. Kerusakan lingkungan sudah dikeluhkan oleh pembudidaya di Rawa Pening yang berakibat pada penurunan produksi perikanan.


Eceng gondok basah yang diambil dari perairan terlebih dahulu dipisah dari bagian akarnya. Batang dan daun eceng gondok kemudian dijemur sampai kering. Setelah kering, dilakukan penepungan hingga menjadi tepung eceng gondok.  Lalu dilakukan fermentasi pada tepung eceng gondok selama 2 minggu. Sesudah difermentasi, tepung eceng gondok dicampur dengan bahan pakan lain, yaitu  tepung ikan, tepung jagung, tepung kedelai, vitamin mineral, minyak ikan, minyak jagung, dan CMC (perekat). Pencampuran dimulai dari bahan dengan dosis terkecil hingga terbesar, dan diberi air hangat. Setelah bahan-bahan tercampur semua, maka dilakukan pengadukan/penggilingan hingga kalis. Lalu dicetak pada mesin pencetak pakan dengan ukuran pakan sesuai umur/stadia ikan. Pakan yang sudah tercetak, dikeringkan pada mesin pengering/oven hingga benar-benar kering.

Potensi peningkatan ekonomi

Para pembudidaya ikan yang tergabung dalam Pokdakan “Mardi Mulya” ini belum pernah mengolah pakan untuk budidayanya sendiri, mereka selalu membeli pakan pelet, padahal harga pelet komersial cukup mahal. Biaya produksi yang diperlukan untuk membuat pakan buatan dari eceng gondok jauh lebih murah dan kualitas pelet yang dihasilkan tidak kalah dengan pelet komersial.

Eceng gondok berperan sebagai pengganti dedak yang merupakan sumber karbohidrat dalam pakan. Harga dedak di pasaran yaitu sekitar Rp. 2500,-/kg, sedangkan harga tepung eceng gondok yaitu Rp. 1000,-/kg. Selama proses budidaya, para pembudidaya biasanya menggunakan pakan sebanyak 30 kg untuk setiap karamba. Jika pembudidaya di Rawa Pening memproduksi pakannya sendiri, maka akan ada penghematan biaya jika dibandingkan dengan membeli pelet komersial. Perbandingan harga pakan komersial dan pakan eceng gondok buatan sendiri yakni Rp 8700,- berbanding Rp 6058.33,-.


Jika dibandingkan dengan harga pakan komersil yang biasa digunakan pembudidaya ikan, harga pakan yang dibuat sendiri lebih murah sehingga dapat menghemat biaya produksi. Terdapat penghematan biaya pakan sebesar Rp. 2642,- untuk setiap kg pakan. Jika dalam 1 bulan digunakan 30 kg pakan, maka pembudidaya menghemat biaya sebesar Rp. 79.260,- untuk setiap keramba. Jika seluruh anggota Pokdakan yang berjumlah 10 orang menggunakan pakan dari eceng gondok yang diproduksi sendiri, maka biaya yang berkurang yaitu sebesar Rp. 792.600,- setiap bulan.

Perbaikan kualitas lingkungan

Tanaman eceng gondok yang berlebihan di rawa pening mengganggu kegiatan budidaya karena menghambat pergerakan arus, penetrasi cahaya matahari dan kadar oksigen terlarut pada perairan. Akibatnya, seringkali ikan yang dibudidayakan mati karena kualitas air yang memburuk. Apabila permasalahan eceng gondok tidak segera ditangani maka dikhawatirkan akan terjadi pendangkalan rawa, rendahnya kesuburan perairan dan kualitas air sehingga tidak dapat lagi digunakan untuk budidaya ikan. Oleh karena itu, dilakukan pemanfaatan eceng gondok sebagai bahan baku pakan ikan sehingga dapat mengurangi kepadatan eceng gondok di Rawa Pening. (KUC/Tim PKM Undip)

- Ringan Mencerdaskan -

Diponegoro Law Fair 2016


Salam Intelektual Muda!
UPK Kelompok Riset dan Debat
Fakultas Hukum
Universitas Diponegoro Semarang
Mempersembahkan
Diponegoro Law Fair 2016

(Teaser 1) Diponegoro Law Fair 2016
Watch on Youtube:
https://youtu.be/ImepUH_7yZc

DLF 2016
Coming soon

More info:
M. Luqmanul H  (081261423967)
Emma Nurhayati (089669134625)

- Ringan Mencerdaskan -
LINE : https://line.me/ti/p/%40mfz4715g

LODABU, Solusi Praktis Bagi Penderita Asam Urat


SEMARANG (Kampusundip.com) - Produk yang kami beri nama “Lodabu” (Lotion Daun Bambu) merupakan produk organik yang dapat mengurangi rasa sakit pada persendian bagi para penderita asam urat. Daun bambu muda yang menjadi komposisi utama dalam pembuatan “Lodabu” ini sangat efektif untuk mengurangi rasa sakit dan mencegah pembengkakan karena daun bambu muda tersebut mengandung berbagai zat aktif, salah satunya adalah flavonoid.

Flavonoid dapat menghambat oksidasi xantin menjadi asam urat yang berperan penting dalam mengobati dan mengurangi rasa nyeri pada penderita asam urat. Sasaran utama kami dalam menjual produk “Lodabu” ini adalah masyarakat penderita asam urat.

Kami yakin terobosan ini dapat diterima oleh masyarakat karena selain harganya yang terjangkau, produk ini memiliki nilai tersendiri dari segi penggunaan, dan manfaat bagi kesehatan kulit, salah satunya untuk melembabkan dan meremajakan kulit. (KUC/Tim PKM Undip)

Foto lainnya:



- Ringan Mencerdaskan -
LINE : https://line.me/ti/p/%40mfz4715g


Tim PKM Undip Formulasikan Daun Jeruk Nipis Jadi Obat Kutu Kepala


SEMARANG (Kampusundip.com) - Anak bangsa merupakan aset berharga bagi bangsa Indonesia. Hal yang sangat penting jika negara dapat menjaga kualitas anak bangsanya, salah satunya dari segi kesehatan. Kesehatan merupakan indikator kesejahteraan suatu bangsa. Melihat fenomena saat ini, yaitu 40 % penderita kutu kepala didominasi oleh anak usia kurang dari 12 tahun,hal inimemberikan gambaran bahwa penerapan hidup sehat dan cara mengatasi masalah kesehatan yang belum sepenuhnya efektif. Perlunya mengatasi masalah kesehatan, terutama kutu kepala pada anak merupakan salah satu langkah yang harus dilakukan.

Tahun 2015, mahasiswa Undip temukan inovasi baru untuk membasmi kutu kepala.  Mahasiswa undip yang beranggotakan, Mustika Suci Susilastuti, Nurul Inayati, Syifa Maulina Indika, Nurul DiniHanifa, dan Nabiila Kaltsum Ulayya memberikan terobosan baru lewat PKM-P Dikti 2015 yaitu formula obat herbal alami dari ekstrak daun jeruk nipis dan minyak kayu putih olahan sebagai solusi aman membasmi kutu kepala. Formula ini menjadi lebih efektif dan cepat membasmi kutu kepala dengan memanfaatkan hair steamer sebagai media penguapan ekstrak. Inovasi ini telah terbukti dapat mematikan kutu kepala hingga larvanya.

Ekstrak daun jeruk nipis digunakan sebagai obat kutu kepala karena mengandung senyawa limonoid. Limonoid berfungsi sebagai insektisida yang menghambat regulasi pertumbuhan serangga, serta merupakan larvasida alami yang mampu membunuh larva insekta (kutu). Sedangkan minyak atsiri kayu putih yang memiliki kandungan sineol, beraroma khas menyengat sehingga tidak disukai kutu. Pengobatan kutu kepala dilakukan dengan penguapan ekstrak menggunakan hair steamer karena membutuhkan waktu yang singkat dan lebih praktis. Ekstrak juga langsung dapat meresap ke dalam kulit kepala. “Perlakuan suhu pada hair steamer akan mempercepat kematian kutu dan proses meresapnya ekstrak ke kulit kepala, hal ini yang menjadi inovasi kami di mana pengobatan yang kami lakukan sudah dalam bentuk praktis, memudahkan perawatan kulit kepala dan rambut, seperti pada treatment creambath di salon” ujar Mustika sebagai ketua tim penelitian PKM ini.

Hasil penelitian membuktikan bahwa formula uap ekstrak daun jeruk nipis yang dikombinasikan dengan minyak kayu putih olahan dapat membunuh kutu dewasa dan telurnya. Kematian kutu dewasa (ditandai dengan tidak adanya pergerakan anggota tubuh) dan telur kutu (operculum pada telur kutu menutup). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat mortalitas kutu dewasa 95% dan telur kutu 90% dari jumlah keseluruhan sampel uji.  Hal ini membuktikan bahwa konsep pengobatan dengan formula bahan alami berbasis hair steamer ini dapat digunakan dalam mengobati kutu kepala. “Harapannya keberhasilan penelitian kami ini dapat diterapkan kedepannya bagi masyarakat umum, khususnya anak-anak dalam mengobati kutu kepala. Penelitian ini dapat menjadi solusi pengobatan alami tanpa efek samping bagi penderita” ungkap Hanifa. (KUC/ Tim PKM Nabiila)

Foto lainnya:



- Ringan Mencerdaskan -
LINE : 
https://line.me/ti/p/%40mfz4715g

Ruang Kota Makin Sempit? Meja Guyub Solusinya!


SEMARANG (Kampusundip.com) - Berangkat dari kegelisahan terhadap semakin berkurangnya ruang berkumpul di kampung pada kota-kota besar akibat dari pembangunan yang kurang memperhatikan lingkungan, hilang pula juga budaya berkumpul atau “guyub” pada masyarakat. Berdasarkan isu tersebut lahirlah sebuah pemikiran dari empat orang mahasiswa Program Studi S-1 Jurusan Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Diponegoro yang terdiri dari Giri Rindra Wardana (2012), Vinisora Sofrania Dini (2012), Miranda Nurlina Tsaniya (2012), dan Devany Aulia Pramasintya (2013) yang berinisiasi untuk membuat sebuah desain produk melalui Program Kreatifitas Mahasiswa bidang Karsa Cipta (PKM-KC) dengan mengusung nama Meja Guyub.

Meja Guyub sendiri adalah sebuah desain produk furnitur berupa “meja” dan “kursi” yang terintegrasi serta portable sehingga membuat desain tersebut dapat dilipat menjadi bentuk yang lebih kecil dan ringkas, sehingga dapat digunakan masyarakat pada ruang-ruang kota yang sempit dan terbatas.

Bahan material yang digunakan dalam pembuatan Meja Guyub sebagian besar berupa kayu. Jenis kayu yang digunakan berupa kayu Jati Belanda (jati londo). Kayu-kayu ini didapatkan dari panel limbah peti kemas yang dilaminasi dan kemudian di-finishing transparan (coating)sehingga memiliki nilai estetika. Meja Guyub juga didesain dengan mempertimbangkan standar ergonomis, sehingga akan tetap nyaman meskipun ukurannya dibuat seminimal mungkin.

Dalam pengembangannya, Meja Guyub diharapkan dapat menjadi salah satu solusi sederhana dalam mengakomodir ruang berkumpul masyarakat di kampung kota untuk mengembalikan nilai-nilai budaya berkumpul (guyub) yang mulai pudar. (KUC/Tim PKM Undip)

- Ringan Mencerdaskan -

KOIN BIKU, Solusi Minuman Berenergi Bebas Kafein


SEMARANG (Kampusundip.com) - Hampir semua orang mengenal minuman kopi, tak dipungkiri lagi kopi merupakan minuman yang digemari masyarakat Indonesia. Minuman ini begitu populer lantaran dapat menambah energi, mampu mengubah suasana hati, dapat meningkatkan kewaspadaan serta membangkitkan stamina. Penyebabnya adalah kafein, jenis alkaloid yang banyak terdapat dalam biji kopi. Kafein memiliki efek farmakologis seperti menstimulasi susunan syaraf pusat, relaksasi otot polos terutama otot polos bronkus dan stimulasi otot jantung. Akan tetapi, efek berlebihan (over dosis) mengkonsumsi kafein dapat menyebabkan gugup, gelisah, tremor, insomnia, hipertensi, mual dan kejang. Kafein juga menjadi salah satu zat yang harus dihindari bagi penderita hipertensi, penyakit ginjal dan penyakit lain dengan larangan konsumsi makanan atau minuman berkafein. Oleh karena itu, empat mahasiswa Undip, yakni Farhan Abdul Karim (S1 Teknik Perkapalan), Karno Malau (S1 Teknik Perkapalan), Masykur Hidayatullah (S1 Ilmu Perpustakaan), dan Achmad Kadri (Peternakan) membuat sebuah inovasi minuman kopi bebas kafein berbahan dasar biji kurma. Yang dikenal dengan KOIN BIKU (Kopi Instan Biji Kurma).Dalam Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Universitas Diponegoro yang lolos pendanaan DIKTI tahun 2016.

KOIN BIKU merupakan solusi dari permasalahan masyarakat dengan gangguan kesehatan yang tidak dianjurkan untuk meminum kopi dengan kandungan kafein yang tinggi. KOIN BIKU memanfaatkan limbah biji kurma yang tidak terpakai namun masih memiliki nilai gizi yang baik, berupa tingginya kandungan kalium yang mampu menurunkan tekanan darah dengan meningkatkan eksresi Natrium, menekan sekresi renin, menstimulasi aktivitas Na+,K+-ATPase menurunkan konsentrasi Ca2+ intrasel serta mengurangi respon vasokonstriksi endogen. Selain itu, KOIN BIKU mempunyai senyawa fitokimia non kafein yang dapat mencegah hipertensi sehingga aman untuk dikonsumsi.

KOIN BIKU merupakan terobosan terbaru yang dapat menyelesaikan permasalahan yang terjadi pada masyarakat dengan pantangan zat kafein. Kopi ini sangat cocok untuk minuman pagi sebelum mengawali segala aktivitas. Produk ini memiliki beberapa keunggulan di antaranya adalah : (1). KOIN BIKU ini menggunakan bahan biji kurma yang tidak mengandung kafein sehingga aman untuk dikonsumsi. (2) Terdapat kandungan Kalium yang tinggi pada biji kurma sangat cocok dikonsumsi oleh penderita. (3) Senyawa fitokimia non kafein yang terkandung sangat baik untuk mencegah terjadinya hipertensi. (4) Rasa manis yang alami dan tidak berbeda dengan rasa kopi yang sebenarnya diyakini akan dicintai para konsumen.


Produk KOIN BIKU mahasiswa Undip ini diharapkan dapat menciptakan suatu minuman instan yang nikmat, berenergi dan bebas kafein, sehingga dapat dikonsumsi oleh penderita hipertensi, penderita penyakit ginjal, penderita penyakit lambung, dan penderita penyakit lainnya dengan kontradiksi konsumsi kopi berkafein.(KUC/Masykur Hidayatullah)

- Ringan Mencerdaskan -

Terinspirasi “Salim Kancil”, Mahasiswa Undip Teliti Budaya Samin Blora


BLORA (Kampusundip.com) - Dengan mengangkat tema “Kajian Etnografis Mengenai Konsistensi Masyarakat Samin Blora terhadap Budaya Sedulur Sikep sebagai Solusi Untuk Mengatasi Krisis Moral di Kalangan Masyarakat Modern”, tim yang terdiri dari empat Mahasiswa Antropologi Sosial 2014, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro yaitu Ria Susanty, Irwan Sigit, Dwi Aniek Yuliani, dan Dwi Wahyuningsih siap mengikuti seleksi menuju PIMNAS 2016.

“Kami memberikan julukan Tim PKMP Sosial Humaniora ini yaitu Konco Sedulur Sikepyang artinya bahwa kami merupakan sahabat sedulur sikep,” Ungkap Dwi Wahyuningsih, sebagai salah satu anggota tim.

“Masih teringat jelas mengenai kasus Yuyun, Eno dan Salim Kancil diingatan kita. Kasus-kasus tersebut menggambarkan bahwa Indonesia sedang mengalami darurat krisis moral, sehingga hal inilah yang membuat mahasiswa kami tergerak untuk mencari suatu solusi alternatif dalam mengatasi krisis moral yang sedang terjadi di Indonesia” imbuhnya.

Konco Sedulur Sikep melakukan penelitian mengenai solusi terhadap krisis moral yang sedang terjadi di Indonesia dengan mengadopsi konsistensi dari masyarakat Samin Karangpace, Blora, Jawa Tengah terhadap ajaran sedulur sikep di era modern. Pada penelitian ini, mereka melakukan penelitian terhadap ajaran sedulur sikep yang merupakan ajaran lokal yang dianut oleh masyarakat Samin Karangpace sebagai pedoman hidup. Ajaran sedulur sikep mengarahkan para pengikutnya untuk berperilaku baik sesama saudara, tidak mengambil hak orang lain, tidak menyakiti antar sesama dan hidup sederhana. Hal ini dibuktikan dengan tidak adanya kriminalitas yang terjadi di masyarakat sedulur sikep Karangpace. 

Konsistensi masyarakat Samin Karangpace terhadap ajaran sedulur sikep yang kemudian menjadi solusi alternatif dalam mengatasi krisis moral yang sedang terjadi di era modern ini. (KUC/Tim PKM Undip)

Foto lainnya:




- Ringan Mencerdaskan -
LINE : 
https://line.me/ti/p/%40mfz4715g

Mahasiswa Undip Temukan Antibakteri MDR Pada Jamur Simbion Laut


Berawal dari masalah penggunaan antibiotik yang tidak tepat (tanpa resep dan dosis yang dianjurkan) mengakibatkan resistensi terhadap bakteri, sehingga berdampak pada kesembuhan penyakit tersebut. Hingga hari ini para peneliti mencari solusi alternatif untuk menemukan senyawa aktif yang mampu membunuh bakteri yang sudah resisten terhadap antibiotik.

Maka, lima mahasiswa UNDIP dengan ketua tim, Adi Laksono (FPIK), dan empat anggota, yaitu Soca Hardiyanto, Munasichatul Khakimah, Siwi Sarastiti (FPIK), dan Syifa Nala Fauziyah (FK) dengan dosen pembimbing pakar bahan hayati laut, Agus Trianto ST.M.Sc.Ph.D berinisiasi menemukan senyawa aktif yang berperan sebagai antibakteri MDR (Multi Drug Resistance) tersebut melalui kegiatan Program Kreatifitas Mahasiswa (PKM) Penelitian Eksakta dan berhasil mengisolasi dua jamur simbion dari rumput laut hijau (Chlorophyta) yang mampu membunuh bakteri Methicillin Resistance Stapylococcus aureus (MRSa) dan Eschericia coli MDR, kedua bakteri ini yang sering ditemukan di tubuh manusia dan telah resisten terhadap antibiotik.




Pelaksanaan monitoring dan evaluasi PKM (Belmawa) telah dilakukan di gedung ICT UNDIP (23/06/16) dengan pencapaian keberhasilan PKM penelitian yang berjudul “JANOFIT” Aplikasi Jamur Endofit pada Makroalgae Gracilaria arcuata dan Boergesenia  forbesii sebagai antibakteri dari Perairan Pantai Sepanjang, Yogyakarta telah mencapai 100% dan dengan keterbaruan gagasan yang dipaparkan yaitu isolasi pada rumput laut yang belum pernah dilakukan sebelumnya  yaitu  B. forbesii dan dalam ekstraksi DNA menggunakan ddH2O, serta jamur simbion B. forbesii yang positif memiliki aktifitas antibakteri terhadap MRSA dan MDR E.coli. (KUC/Tim PKM Undip)

- Ringan Mencerdaskan -
LINE : 
https://line.me/ti/p/%40mfz4715g

Tidal Power Structure, Sumber Energi Listrik Terbarukan Dari Laut


Mahasiswa Oseanografi Universitas Diponegoro menciptakan inovasi baru untuk energi terbarukan berbasis kemaritiman memanfaatkan karakterisitk pasang surut. Tim tersebut tergabung dalam tim Program Kreativitas Mahasiswa Penelitian (PKM-P) yang di danai KEMENRISTEK DIKTI tahun 2016. Tim yang terdiri dari Javier Cezallipi, Fadhlan Basiluddin, Muhammad Salahudin, Ribhi Maris, dan Argo Galih Suhadha (Oseanografi 2013) melakukan penelitiannya di Selat Madura.

Dunia kelautan menyimpan potensi yang cukup besar salah satunya di bidang energi. Energi pasang surut adalah hasil konversi energi yang dibangkitkan oleh adanya pasang surut air laut. Penelitian ini berfungsi untuk mengungkapkan potensi energi terbarukan berbasis kemaritiman untuk mengatasi masalah energi yang terjadi di pulau madura. TPS (tidal power structure) merupakan sumber energi listrik yang dihasilkan akibat elevasi permukaan laut sebagai solusi permasalahan energi yang kini sedang terjadi. Proses analisis potensi perairan untuk mengaplikasikan TPS tersebut memerlukan beberapa tahapan yaitu dengan mengetahui karakteristik oseanografi pada wilayah tersebut menggunakan data sekunder dan pengambilan data pasang surut serta kecepatan arus laut di lapangan. Potensi energi pasang surut dapat diukur dengan menganalisis daya listrik yang dapat dihasilkan oleh energi pasang surut menggunakan beberapa perhitungan.





TPS (Tidal Power Structure) menggunakan sistem pembangkit listrik secara DAM (Tide Barrage) yang memanfaatkan siklus pasang surut yang terjadi sepanjang hari. Perhitungan data pasang surut sekunder dengan menggunakan Metode Admiralty yang akan dicocokan dengan data dilapangan. Data primer dan data sekunder dikonversikan menjadi energi listrik sehingga diketahui potensi energinya. Berdasarkan potensi energi yang dianalisis maka perancangan TPS dapat diilustrasikan berdasarkan karakteristik di lokasi penelitian.

Harapannya inovasi ini dapat dimanfaatkan sebagai salah satu energi terbarukan di bidang kemaritiman agar potensi energi di Indonesia dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. (KUC/Tim PKM Undip)

- Ringan Mencerdaskan -
LINE : 
https://line.me/ti/p/%40mfz4715g

Cegah Gerakan Radikalisme Sejak Dini Melalui Mogamoram


Masa kanak-kanak  merupakan masa yang paling baik dalam pengembangan potensi diri. Pada masa ini, anak-anak memiliki kecenderungan untuk mencari tahu tentang berbagai hal yang ada di sekitarnya. Dorongan keingintahuan untuk mengeksplorasi lingkungan dengan kemampuan akan mendorong kepekaan toleransi sosial. Pada usia tersebut mereka sanagat menyukai hal-hal baru. Mereka juga cenderung meniru serta mencoba hal-hal yang mereka pelajari dari orang lain. Dorongan keingintahuan anak-anak pada usia tersebut sangatlah besar.

Kehidupan berbangsa dan bernegara juga menjadi masalah yang tak luput dari perhatian banyak orang. Menurunnya moralitas bernegara dan sikap nasionalisme anak-anak usia sekolah mulai menurun. Pancasila sebagai falsafah dasar negara sudah tidak lagi dianggap ada dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Begitu juga dengan anak-anak Panti Asuhan Mustamirul Furqon Kelurahan Rowosari. Kecamatan Temabalang, Kota Semarang yang masih belum mengetahui dan menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.  Wawasan tentang kenegaraan bagi anak-anak di sana kurang mendapatkan perhatian. Hal tersebut dapat disebabkan oleh kurangnya pendidikan serta penanaman nilai-nilai Pancasila, nasionalisme, dan wawasan kebangsaan baik di lingkungan sekolah maupun lingkungan tempat tinggal. Selain itu, hidup di lingkungan islam santri yang tidak dididik dengan benar rentan akan tindakan radikalisme yang mengancam ,keutuhan bangsa dan negara. Oleh karena itu, pendidikan pancasila, nasionalisme dan kebangsaan harus mulai ditanamkan kepada anak-anak sebagai penyeimbang dengan pengetahuan agama yang diyakininya masing-masing. PKM Pengabdian kepada Masyarakat dari mahasiswa-mahasiswa FISIP Undip ditujukan sebagai wujud menangkal gerakan radikalisme sejak dini.

Program yang diberi nama MOGAMORAM (Modul Games Movie and Drama) ini memiliki 4 metode pelaksanaan, yaitu yang pertama melalui Modul, kedua Games, lalu Movie dan Drama. Melalui modul anak-anak diberi pembelajaran mengenai teori-teori dan konsep dari pancasila, nasionalisme, dan wawasan kebangsaan yang sesuai dengan umur anak-anak. Modul ini digunakan sebagai pedoman dalam proses pembelajaran. Kemudian, anak-anak diberikan pembelajaran melalui games-games yang memiliki esensi dari teori atau konsep yang telah diajarkan dengan suasana menyenangkan. Melalui diskusi dan pemutaran film yang bertemakan nasionalisme, anak-anak diharapkan dapat menerapkan nilai-nilai yang telah diajarkan dan menumbuhkan rasa nasionalisme. Melalui drama, dapat membuat dan memerankan tokoh nasional dengan ide kratif yang mereka miliki, yang tentunya sesuai dengan kaidah dan norma-norma yang telah diajarkan melalui modul.

Dengan adanya program ini, anak-anak Panti Asuhan Mustamirul Furqon yang sebelumnya cenderung memiliki kepribadian yang tertutup kini lebih memiliki sikap dan mental yang mencerminkan nilai-nilai Pancasila dengan menunjung tinggi rasa toleransi dan kerjasama diantara anak-anak  di lingkungan Panti Asuhan. Selain itu, anak-anak Panti Asuhan Mustamirul Furqon memili semangat untuk berprestasi, serta optimisme dalam menyongsong masa depan. Dengan luaran tersebut diharapkan anak-anak Panti Asuhan Mustamirul Furqon merasa bahwa mereka juga menjadi bagian dari negara Indonesai yang sangat penting dalam proses kemajuan bangsa dan negara Indonesia. Negara hadir untuk mereka, dan anak-anak Panti Asuhan Mustamirul Furqon bersemangat untuk memajukan bangsa dan negara Indonesia. (KUC/ Tim PKM)

Foto lainnya:


- Ringan Mencerdaskan -