Seminar di Undip, Komisi I DPR RI : Kita Korban “Proxy War”

Seminar di Undip, Komisi I DPR RI : Kita Korban “Proxy War”

SEMARANG (Kampusundip.com) – Anggota Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Abdul Kharis A, SE, M.Si mengatakan bahwa Indonesia saat ini tengah menghadapi situasi dimana masyarakat terkena dampak dari “proxy war”.

Hal itu ia sampaikan tatkala mengisi seminar Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Undip dengan tema “Pertahanan dan Keamanan Cyber di Era Integrasi Ekonomi” di Ruang Litigasi Fakultas Hukum Kampus Undip Tembalang, Semarang (4/5).

“Menurut saya Indonesia kebablasan juga. Kita korban proxy war,” Ujar Abdul Kharis saat menanggapi pertanyaan tentang membanjirnya produk ekonomi negara lain di Indonesia.

Ia memberi contoh di era digital ini kebanyakan orang Indonesia sekarang memakai produk dari luar. Misalkan HP. Rata-rata, orang Indonesia sekarang pakai HP yang berasal dari negara lain. Seperti merek salah satu HP dari korea yang sekarang mendominasi anak muda Indonesia.

Menurutnya, keadaan seperti ini sangat berbahaya karena secara tidak langsung Indonesia “dikendalikan” dari luar.

“Sangat berbahaya. Kita dikendalikan orang luar secara tidak langsung,” Cetus Abdul Kharis.

Seminar di Undip, Komisi I DPR RI : Kita Korban “Proxy War”

Saat ditanya bagaimana langkah pemerintah untuk bisa menangani situasi tersebut ia mengatakan bahwa pemerintah harus membuat regulasi dulu diawal. Tidak serta merta membiarkan produk luar masuk begitu saja ke Indonesia.

Sayangnya, dari pengalamannya di DPR RI, untuk membuat regulasi semacam itu membutuhkan waktu yang tidak sebentar, sekitar 2 tahun baru bisa goal. Itu pun jika diterima dan produk asing tidak keburu masuk di Indonesia.

Proxy war, secara terminologi memiliki kata kunci bahwa pihak utama yang “berperang” (berkepentingan-red) tidak terlibat secara langsung. Di era kemajuan teknologi dan digital saat ini, pengaruh proxy war dilakukan melalui aspek kehidupan berbangsa dan bernegara seperti media informasi secara masif dan terus menerus tanpa disadari oleh seseorang. (KUC/AK23)

- Ringan Mencerdaskan -