Terkait UKT dan SPI, Ini Penjelasan Lengkap PR I Undip

PR I Undip

Ramainya isu Uang Kuliah Tunggal (UKT) dan pemberlakuan Sumbangan Pengembangan Institusi (SPI) bagi mahasiswa baru angkatan 2016 Universitas Diponegoro (Undip) menjadi topik yang hangat diperbincangkan mahasiswa Undip. Terkait hal ini, Pembantu Rektor (PR) I Undip Prof. Dr. Ir. Muhammad Zainuri, DEA memberikan penjelasan terkait isu UKT dan pemberlakuan SPI pada Jum’at (4/1) di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP).

Dibawah ini adalah isi penjelasan PR I Undip terkait UKT dan SPI saat memberi sambutan usai Senam Bersama di FISIP di depan para pejabat universitas dan mahasiswa :

Mohon berkenan, sebelum menyampaikan pertanyaan ke Kami, tolong dibaca dulu laporan pertanggungjawaban rektor pada saat Dies Natalis 15 Oktober 2015. 

Jadi kita informasinya sudah sangat terbuka di dalam laporan pertanggungjawaban tersebut kalau tidak salah angka belanja Undip itu adalah Rp 806 Milyar.  Di dalam neraca tersebut juga sudah disebutkan BOPTN jumlahnya adalah Rp 90 Milyar. Angka ini tolong dicermati baik-baik supaya antara bapak dan ibu dengan adek-adek mahasiswa, informasi mengenai UKT itu bukan kenaikan. Tetapi penyesuaian anggaran sesuai dengan belanja dari Universitas Diponegoro.

Pada posisi bulan Februari tanggal 28, jumlah mahasiswa Undip adalah 50.042 orang. 50.042 orang. 38,9 persen mendapatkan beasiswa. 38,9. Sehingga, mohon dihitung dengan angka belanja itu bapak dan ibu, maka sebetulnya dari jumlah 50.000 itu, ada sekitar 20.000-an yang sebetulnya kalau diterjemahkan tidak bayar UKT. Nah, Ini mohon dicermati. Jadi jangan hanya mengatakan, “Kok UKT naik?” Endak. UKT tidak pernah naik.

Yang nomer tiga, bapak dan ibu mari kita sepakat bersama, bahwa informasi mengenai Biaya Kuliah Tunggal (BKT) dan Uang Kuliah Tunggal (UKT) itu bersumber pada neraca keuangan. Selisih diantara BKT dan UKT itulah yang menjadi subsidi negara. Sehingga pada dasarnya, hampir semua mahasiswa Undip terutama jenjang S1 itu mendapatkan subsidi dari negara. Kalau negara memang tidak mencukupi subsidinya karena angkanya cuman Rp 90 Milyar, maka tugas Undip mencarikan beasiswa dari berbagai lembaga.

Saya mohon, semuanya secara terbuka menyampaikan agar tidak terjadi salah interpretasi. Bapak dan ibu kita sepakat sesuai dengan keputusan menteri, secara nasional ditetapkan bahwa penerimaan mahasiswa baru melalui 3 tahap, yaitu melalui SNMPTN, SBMPTN dan UM. SNMPTN ditetapkan jumlahnya 40 %. Yang diterima melalui SBMPTN jumlahnya 30 %. Dan yang melalui UM jumlahnya adalah 30 %. Tolong jangan diterjemahkan bahwa ini idenya Undip. Undip tidak pernah punya ide untuk mau menaikkan karena Undip tetap universitas kerakyatan.

Kalau kemudian dari jumlah ini bapak dan ibu sudah berjalan, maka yang Ujian Mandiri itu sesuai dengan namanya, mahasiswa yang diterima harus mampu melaksanakan, tanda petik, “pembayaran UKT secara mandiri”. Karena yang diterima melalui mandiri itu tidak mendapatkan subsidi dari selisih BKT dan UKT. Jangan hanya diterjemahkan, “Kok kami digolongan golongan 7?” Karena memang ada yang diterima melalui Ujian Mandiri, adalah mereka yang sudah dari awal menyatakan, “Saya mau diterima dengan biaya mandiri.”. Jadi ini, tolong pada waktu mau daftar itu bapak dan ibu dijelaskan baik-baik.

Lalu ada penterjemahan juga, disampaikan, “Kok ada SPI sekarang?” Jadi Undip tidak ikut-ikutan. SPI itu judulnya adalah Sumbangan Pengembangan Institusi. Bapak dan ibu saya kalau salah ini para PD (Pembantu Dekan) II mohon diralat ya!. Hampir semua ATK dan alat-alat kerja, itu umurnya 3-4 tahun. Mulai dari laptop dan seterusnya. Kecuali yang habis pakai. Nah, SPI inilah yang kemudian digunakan untuk menggantikan alat-alat yang secara ketetapan negara memang harus diganti. Tidak ada istilah SPI itu digunakan untuk mbangun gedung. Tidak ada. Ya! Bahwa kadang-kadang, “Ooohh… soalnya Undip butuh mbangun gedung banyak.” Tidak! Setiap pembangunan gedung pasti disediakan oleh anggaran negara, dan tidak dibebankan kepada pendanaan masyarakat, atau UKT. Ini mohon dicatat baik-baik!

Bapak dan ibu nanti kalau mengenai detailnya, mari kita sama-sama cermati. Saya pribadi selaku pengemban amanah sangat terbuka. Saya sudah menerima berbagai utusan, termasuk hari Senin (minggu kemarin) menerima semua BEM dan Senat dari fakultas serta universitas, beberapa kali dari fakultas dan senatnya termasuk majalahnya, datang sekali lagi menanyakan dengan interpretasi seperti ini. Karena itu kewajiban Kami menyampaikan informasi kepada bapak dan ibu, tidak satu pun informasi di Undip ini yang tertutup. Sangat terbuka dengan neraca keuangannya. Tetapi barangkali, supaya terjadi pemahaman dan interpretasi yang sama, maka saya bersedia.

Bapak dan ibu silahkan datang menanyakan, tentunya apapun. Termasuk berbagai pertemuan, sarasehan, silaturahmi, atau pun sekedar SMS. Kalau SMS, bapak dan ibu mohon disebutkan nama ya.

(Pembantu Rektor I Undip Prof. Dr. Ir. Muhammad Zainuri, DEA | Jum’at, 1 April 2016)