Tetap Ceria Meski Hanya Liburan di Rumah

Tetap Ceria Meski Hanya Liburan di Rumah

Assalamualaikum.wr.wb.

Semester tiga akhirnya selesai. Saatnya liburan tiba. Bagi mahasiswa rantau saat saat inilah yang ditunggu-tunggu. Mereka siap untuk pulang ke kampung halamannya masing-masing. Aku berencana setelah UAS akan langsung pulang, akan tetapi karena teman sekosku tidak langsung pulang dan dia sendirian dikos akhirnya aku memutuskan untuk menemani dia di kos.

Tiga hari kami lalui di liburan semester di kos. Kami lalui dengan kegiatan menonton drama korea saja. Dalam tiga hari itu kami menyelesaikan 1 drama korea. Membosankan juga sih di kos hanya menonton, tidur, dan makan.

Saatnya pulang kampungpun tiba. Sebelum pulang aku mengembalikan piring dan mengantar teman kosku untuk menitipkan motornya kepada seseorang teman yang tinggal di Semarang.  Aku mengembalikan piring kepada seseorang teman yang di Semarang juga. Dari ujung ke ujung itulah perjalanan sebelum pulang kampung. Setelah semua selesai kami pun pulang ke kos. Di perjalanan temanku berbisik, ”Bisa ngebut gak? Mau jam setengah 11 nih?” “Kenapa emang?” sahutku, “Keretaku jam 11.40.” Jawabnya “Ok.” Balasku. Aku pun melaju dengan kecepatan di atas rata-rataku untuk mengejar waktu.

Sesampainya di kos dia siap-siap dan aku istirahat sejenak. Semua telah dikemas dan siap untuk berangkat. Aku mengantar dia ke stasiun Poncol. “Selamat berlibur kawan.” Salamku “Ok, selamat berlibur juga kawan.” Balasnya.

Langit biru nan cerah dan bersahabat. “Apa aku pulang sekarang ya?” Batinku. Tetapi dibalik cerahnya hari itu, terik matahari sangat menyengat. Jadi aku ulur waktu pulangku untuk beberapa jam. Dari siang beralih ke sore, waktu yang tepat untuk pulang. Dari Semarang sekitar jam 15.00 estimasi waktu sampai dirumah jam 17.00.  Aku mengendarai motor dengan tenang dan santai.

Sesuai estimasi, aku sampai di rumah jam 17.00. Alhamdulillah selama perjalanan pulang aku diiringi dengan cuaca yang bagus. Taaraaa sudah sampai di rumah. Aku langsung bersalaman dengan kedua orang tuaku dan menyapa rindu kepada adikku. Ya walaupun jarak rumahku Semarang lumayan tidak terlalu jauh tapi aku jarang pulang. Sebulan sekali.

Saatnya menikmati liburan di rumah. Liburan di rumah itu rasanya campur aduk. Kok bisa? Menurutku liburan di rumah itu senang, puas, terserah mau ngelakuin apa aja, hangat, lucu, kocak, bosen, jenuh, gak tau mau ngelakuin apa, capek, dan memperbaiki gizi haha. Menurutku itu yang aku rasain ketika liburan di rumah. Tetapi di saat kamu jauh dari rumah kamu bakalan kangen banget pengen balik ke rumah cepet cepet tapi di saat kamu di rumah kelamaan kamu bakalan pengen cepet cepet balik ke tempatmu. Ya itulah hukum alam. Yang kamu rasain begitu kan gengs haha ngaku aja deh.

Keseharianku ketika liburan semester di rumah itu ya hanya berada di rumah. Sampai sekarang aku belum pergi liburan ke luar rumah. Kegiatanku hanya menonton, makan, tidur, bantu ibu bertambah sedikit dari kegiatanku di kos. Aku sudah memperkirakan sampai liburan berakhir aku hanya menghabiskan waktuku di rumah.
Wassalamualaikum.wr.wb
__________

Oleh : Artina Anggraeni
*) Tulisan Ini dibuat dalam rangka tugas KAMPUSUNDIP.COM saat liburan kuliah sebagai pelatihan menulis anggota baru. Tulisan masih orisinil tanpa penyuntingan.

(KUC)
- Ringan Mencerdaskan –