Terkait Stigma BEM Milik Golongan Tertentu, Ini Tanggapan Kedua Pasangan Calon


SEMARANG (kampusundip.com) – Ada 1 pertanyaan yang cukup menjadi perhatian dalam kampanye PEMIRA perdana yang digelar di Fakultas Sains dan Matematika (FSM) pada Senin, 30 November 2015.

Pertanyaan tersebut adalah kemungkinan adanya stigma bahwa BEM itu hanya milik golongan tertentu saja. Itulah pertanyaan yang diberikan salah satu panelis dalam sesi tanya jawab kepada kedua pasangan calon. Lantas, bagaimana kedua pasangan ini menjawab?

Pasangan Fawas-Luthfi berkesempatan untuk menjawab terlebih dahulu. Dalam penyampaiannya, Fawas mengatakan bahwa ia cukup banyak berhadapan dengan golongan yang ada dan pada dasarnya kita bergolong-golongan.

“Saya dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) dan saya cukup banyak berhadapan dengan golongan yang ada. Dan pada dasarnya kita bergolong-golongan, dan Indonesia ini beragam. Namun kita memiliki semboyan yakni Bhinneka Tunggal Ika. Berangkat dari sana kita mencoba untuk BEM Undip berbeda-beda namun kita akan tetap satu dan menjaga netralitas yang ada.” Jawab calon Ketua BEM Undip nomor urut 2 itu saat menanggapi pertanyaan panelis.

Sementara itu, pasangan nomor urut 1 Hafiz-Eko yang diwakili Calon Wakil Ketua BEM Undip 2016, Eko, menanggapi stigma ini dengan mengatakan bahwa pihaknya akan mencoba “wajah baru” di BEM Undip 2016.

“Kita akan mencoba wajah baru di BEM Undip 2016 melalui oprec secara terbuka terutama menteri-menteri. Karena tahun (2015-red) ini menteri-menteri belum di oprec secara terbuka.” Ujar Mahasiswa Statistika angkatan 2012 itu. (KUC)

#KawalPEMIRA

- Ringan Mencerdaskan -