Terkait Sistem Kerja “Professional Berbasis Kekeluargaan”, Ini Penjelasan Hafiz-Eko


SEMARANG (kampusundip.com) – Pasangan calon Ketua dan Wakil Ketua BEM Undip 2016 nomor urut 1 Hafiz-Eko mendapat pertanyaan terkait visi-misi yang mereka bawa dalam PEMIRA ini. Termasuk salah satunya adalah sistem kerja yang mereka pakai nanti dalam BEM Undip 2016, yakni “Professional Berbasis Kekeluargaan”.

Itulah pertanyaan yang kembali muncul, kali ini dari salah seorang perwakilan LPM (Lembaga Pers Mahasiswa) Undip, Claudia, saat berkampanye di Fakultas Ilmu Budaya (FIB) pada Selasa, 8 Desember 2015.

Menanggapi pertanyaan tersebut, Calon Wakil Ketua BEM Undip 2016 Eko, menegaskan bahwa sistem ini tidak menyangkut golongan atau kepentingan tertentu sebagaimana yang sempat muncul dalam pertanyaan. Tapi Eko menjelaskan, adalah bagaimana membangun anggota BEM Undip itu seperti sebuah keluarga, kemudian bagaimana teman-teman bekerja semangat dan saling membantu satu sama lain saat menjalankan program kerja di BEM Undip.

Hafiz juga menambahkan dengan menceritakan pengalamannya saat memimpin BEM FPIK. Ketika di forum resmi, ada acara, dievaluasi, dikritik karena datang terlambat, silahkan. Yang penting jangan “baper” (banyak pertanyaan-red). Tapi jika sudah diluar forum, maka kembali seperti keluarga lagi, temanan lagi. Itulah maksud sistem kerja "Professional Berbasis Kekeluargaan".

Bahkan Hafiz mengatakan dengan sistem kerja ini, sampai-sampai koleganya di BEM FPIK memanggil Staff Ahli-nya dengan sebutan “Bapak”, atau “Mak”. Termasuk kepada dirinya yang kerap dipanggil “Bapak” oleh rekan-rekan pengurusnya ketika di BEM FPIK.

Lantas, untuk mewujudkan itu semua, Hafiz mengatakan bisa dengan mengadakan acara bersama seperti makan bareng, futsal bareng dan sisi-sisi kelembutan lainnya yang harus “disentuh” ketika diluar acara resmi. Jadi tidak hanya fokus mengejar program kerja. Begitulah maksud dari sistem kerja “Professional Berbasis Kekeluargaan” Hafiz-Eko. (KUC)


- Ringan Mencerdaskan -