Ditangan Mahasiswa Undip, Kulit Rambutan disulap Jadi Sabun Antibakteri


Rambutan bukan buah yang tak asing lagi bagi masyarakat Indonesia. Saat memakan buah tersebut, biasanya kulitnya hanya dibuang begitu saja. Tapi hal itu tak berlaku bagi Kami. Kulit rambutan telah kami manfaatkan menjadi sabun cuci tangan yang diberi nama Kuburan (Kulit buah rambutan antibakteri).

Ide dalam memanfaatkan kulit buah rambutan awalnya muncul karena melihat banyaknya pohon rambutan di Tembalang, Kota Semarang. Banyak rambutan yang terbuang sia sia, kurang dimanfaatkan. Hal ini menjadi peluang besar dalam produksi sabun. Bahan dasar sabun Kuburan yaitu kulit rambutan Nephelium lappaceum L. Kulit rambutan ini mengandung senyawa saponin, tanin, dan polifenol. Senyawa tanin dan polifenol diketahui bersifat antioksidan. Sedangkan senyawa saponin berfungsi sebagai pembersih atau antiseptik, berasa pahit menusuk yang bersifat seperti sabun, berbusa. sehingga sangat cocok jika dikembangkan menjadi sabun cuci tangan.

Selain itu, kurangnya kesadaran masyarakat dalam Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) sesuai indikator dalam PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat) menjadi sorotan Kami yang notabenya mahasiswa kesehatan masyarakat. Hal ini dikarenakan masyarakat sering menganggap remeh penyakit pencernaan seperti gastritis, diare, disentri, hepatitis, konstipasi, apendiksitis, dan maag. Salah satu penyebab penyakit-penyakit tersebut adalah bakteri yang termakan oleh manusia dengan perantara udara maupun tangan kita sendiri. Maka dari itu perlunya terobosan baru dalam menarik perhatian masyarakat agar menggunakan sabun dalam mencuci tangan.

Sabun cuci tangan Kuburan (kulit buah rambutan antibakteri) dengan desain kemasan portable memudahkan masyarakat dalam penggunaannya diluar rumah. Sabun ini hanya 30 ml per kemasan dengan harga terjangkau. Selain itu bahan dasar sabun yang alami dan penggunaan zat kimia yang minim dalam pembuatan sabun menjadi keunggulan produk dalam segi keamanan dan kesehatan kulit. Sabun Kuburan adalah sabun yang aman, bersih, dan nyaman. Nama dari “kuburan” itu sendiri berarti sabun yang siap bunuh kuman.





Produk Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) dari Mahasiswa Universitas Diponegoro ini telah berhasil menarik perhatian masyarakat, terutama mahasiswa. Dengan nama yang unik, konsumen akan penasaran dan tertarik untuk membelinya. Sabun Kuburan telah diproduksi dan berhasil dijual sebanyak 210 buah dengan keuntungan ratusan ribu. Sabun dijual dengan harga terjangkau. Harapannya sabun cuci tangan Kuburan dari kulit rambutan ini bisa digunakan dalam keseharian karena bahan utamanya sangat alami.

Sabun Kuburan. Siap bunuh kuman.  Bersih, aman, dan nyaman.

Bintari Fajar Kurnianingtyas, Siti Rohmawati, Aisyah, Gana Malinda Putri, Lirih Setyorini | Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) 2014 | Universitas Diponegoro (KUC)

#KawalPIMNAS


- Ringan Mencerdaskan -