11 Warna Bendera

Representasi dari 11 fakultas di Undip

Patung Diponegoro (Pangeran Diponegoro)

Icon-nya Kampus Universitas Diponegoro

Tugu Bundaran Kampus Undip Tembalang

Pintu gerbang utama masuk kampus Undip Tembalang

Ruang Terbuka Hijau Kampus Undip

Menuju Kampus Undip yang Asri dan Sejuk untuk Aktivitas Mahasiswa dan Masyarakat Sekitar

Gedung Prof. Soedarto S.H

Pusat Kegiatan Seminar, Workshop, Seni, Verifikasi-Registrasi, dll

Gedung ICT Centre dan Laboratorium Terpadu

Pusat Informasi Dalam dan Luar Negeri, IT, dan Laboratorium Penelitian

Masjid Kampus (Maskam) Undip

Pusat Kegiatan Islam Mahasiswa (Kajian, Wisata Ruhani, Wisata Ilmu, Mentoring, TPQ, Muslimah Training, dll)

Rusunawa Undip

Fasilitas Tempat Tinggal yang disediakan Pihak Kampus Bagi Mahasiswa

SPBU Undip Tembalang

Stasiun Pengisian Bahan Bakar yang Terintegrasi di Dalam Area Kampus. Satu-satunya di Jawa Tengah

Rumah Sakit Nasional Diponegoro (RSND)

Rumah Sakit Universitas Milik Undip Berstandar Nasional. Satu-satunya di Jawa Tengah

'Futsal Indoor Stadium' Undip

Stadion Futsal Kampus Undip Berkelas Internasional. Satu-satunya di Jawa Tengah

Bendungan Waduk Undip

Mega Proyek Pembangunan Waduk Kampus Undip. Satu-satunya di Jawa Tengah

Waduk Undip (Waduk Pendidikan Diponegoro)

Area Konservasi, Wisata Pendidikan dan Penelitian Mahasiswa, Pembangkit Listrik, dll. Satu-satunya di Jawa Tengah

Stadion Sepakbola Undip

Pusat Kegiatan Olahraga Sepakbola di Kompleks Gelora Undip Tembalang, Semarang

Upacara PMB di Stadion Undip

Lebih Dari 50 Ribu Mahasiswa Menimba Ilmu di Kampus Undip

Upacara Penerimaan Mahasiswa Baru di Stadion Sepakbola Undip

Menerima rata-rata 10 Ribu Mahasiswa Baru Tiap Tahun

Widya Puraya

Salah Satu jantung Kampus Undip Tembalang (UPT Perpustakaan, LP2MP, Posko KKN, Lapangan Upacara, dll)

“Pedagang Yang Jujur Akan Masuk Surga Bersama Nabi”


SEMARANG (kampusundip.com) – Ada suasana berbeda yang terjadi usai sholat tarawih Ramadhan di Undip 1436 H yang digelar pada Senin (29/6). Ya, pasca tarawih, panpel RDU menggelar Kultum Spesial Ba’da Tarawih dengan menghadirkan Ustadz Samsoe Basarudin.

Dalam acara yang digelar di Masjid Kampus Undip Tembalang tersebut, ustadz Samsoe berkesempatan memberikan materi utama tentang bisnis Islami.

Dalam materinya, beliau menyampaikan bahwa dalam membangun bisnis islami terdapat beberapa rancangan. Yakni fondasi, pilar, dan visi. Bagian fondasi merupakan tauhid kilafah yang nantinya bermuara pada akhirat dengan 3 pilar, yakni keadilan, keseimbangan, kemaslahatan. Sehingga, ‘goal’-nya nanti akan sesuai dengan prinsip syari’ah, baik, dan selamat dari siksa api neraka.

Materi tersebut pun telah beliau ringkas dalam bentuk selebaran seperti yang terdapat dalam gambar berikut :



Selain itu, Ustadz Samsoe yang juga menjabat sebagai Pembina Masjid Salman ITB itu juga menyampaikan bahwa konsep bisnis dalam islam adalah “zakat oriented” jujur, tidak menipu dan riba.

Bahkan dalam sebuah riwayat disebutkan bahwa keutamaan pedagang yang jujur adalah akan masuk surga bersama Nabi. Sebagaimana hadits yang disampaikan Abu Said Al-Khudri :

“Pedagang yang jujur lagi amanah akan bersama dengan para nabi dan orang-orang yang jujur (di surga).”

Point tak kalah penting lainnya yang beliau sampaikan adalah jangan sekali-kali menggunakan hutang untuk berbisnis. Karena bisnis yang diperbolehkan dalam Islam adalah jual beli dan sewa. (KUC)


- Ringan Mencerdaskan –

Orang Sukses Ialah Mampu Menghindarkan Ia dan Keluarganya Dari Api Neraka


SEMARANG (kampusundip.com) – Itulah point penting yang disampaikan Ust. Riyadh Rosyadi ketika menjadi pembicara acara seminar MCT Berbagi Ramadhan di Undip 1436 H dengan tema Membentuk Generasi Qur’ani (25/6).

Dalam acara yang digelar di Masjid Kampus Undip Tembalang tersebut, Ustadz yang sekaligus menjadi pengasuh Rumah Tahfidz Badrussaam itu memberikan garis besar dari materi yang beliau sampaikan. Bahwa sukses adalah mereka yang mampu menghindarkan ia dan keluarganya dari siksa api neraka.

Salah satu caranya adalah dengan membiasakan keluarganya untuk dekat dengan Al-Qur’an. Seperti dengan menghafal, memahami, dan mengamalkan apa yang ada dalam Al-Qur’an. Karena jika manusia sudah dekat dengan Al-Qur’an, maka Insha Allah ia akan terlindungi dari goda’aan syaitan yang dapat menjerumuskan manusia kepada siksa api neraka.

Lebih lanjut, ustadz yang memiliki 7 anak penghafal qur’an tersebut juga menambahkan bahwa muraja’ah merupakan upaya meng-upgrade hafalan. Sehingga penting sekali bagi setiap mukmin yang memiliki hafalan qur’an hendaknya di muraja’ah untuk menjaga hafalannya agar tidak hilang.


Selain seminar bersama Ust. Riyadh, dalam kegiatan MCT Berbagi yang digelar oleh Muslimah Center Masjid Kampus Undip ini juga diadakan konsultasi kesehatan dan santunan kepada pegawai Undip. (KUC)


- Ringan Mencerdaskan -

Lebaran, Kawasan Undip Tembalang Bak “Kota Mati”


SEMARANG (kampusundip.com) – ‘Wajah asli’ kawasan Undip Tembalang yang sesungguhnya sepertinya bisa dijumpai tatkala moment lebaran tiba. Apalagi jika bukan karena mudiknya puluhan ribu mahasiswa perantau untuk merayakan lebaran di kampung halamannya masing-masing.

Akibatnya, kawasan yang dijuluki “Jakartanya Semarang” mendadak berubah 180 derajat menjadi area yang sepi lengang bagaikan “Kota Mati”.

Sebagaimana situasi di lapangan pada H-1 jelang Idul Fitri 1436 H (16/7), kawasan yang berada didaerah perbukitan Semarang Atas ini berubah drastis dibanding hari-hari biasa ketika kuliah aktif. Jalanan yang biasanya ramai dengan lalu lalang kendaraan bahkan sampai macet, jelang lebaran terlihat sepi. Baik di dalam maupun luar kampus (Tembalang).


Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang ada dalam area kampus Undip Tembalang pun juga demikian. Di hari aktif kuliah yang biasanya ramai dengan antrean bahkan hingga mengular ke bahu jalan kini tampak sepi.

Tak hanya itu, berbagai pusat kegiatan ekonomi warga seperti rumah makan, fotocopy, kost, kontrakan, wisma dan pusat perbelanjaan hampir semua tutup. Seperti sepanjang jalan Banjarsari, Gondang Raya, Mulawarman, Sirajudin, maupun Prof. Sudharto sendiri.


Meski bagaikan “Kota Mati”, dibeberapa sudut kawasan Tembalang masih dijumpai aktivitas warga. Itu pun intensitasnya sangat kecil jika dibandingkan pada hari-hari biasa. (KUC)

-Ringan Mencerdaskan-

Puluhan Ribu Mahasiswanya Mudik, Undip Tembalang Bagai “Mati Suri”


SEMARANG (kampusundip.com) – Suasana langka terjadi di Kampus Undip Tembalang tatkala moment lebaran atau Idul Fitri seperti saat ini tiba.

Bagaimana tidak? Kampus dengan populasi lebih dari 40.000 mahasiswa itu tampak “mati suri” karena puluhan ribu penghuninya tengah mudik untuk merayakan moment lebaran Idul Fitri 1436 H di kampung halamannya masing-masing.

Hal itu sebagaimana yang tampak pada H-1 lebaran pada Kamis (16/7). Jalan utama kampus yang biasanya ramai oleh mahasiswa tempak sepi sengang. Seperti depan Gedung Prof. Sudharto, dan hampir seluruh ruas jalan antar fakultas. Hanya terlihat segelintir kendaraan yang melintas.

Kesan bagaikan “mati suri” tersebut kian terasa dengan banyaknya dedaunan pohon yang jatuh di jalan-jalan utama kampus dan sesekali terbang tertiup angin. Ini terjadi lantaran beberapa pegawai kebersihan kampus juga tengah mudik ke kampung halaman.

Suasana “mati suri” ini jelas sangat kontras dengan ribuan kendaraan yang lalu lalang setiap harinya dan berbagai aktivitas kampus yang terjadi pada hari aktif kuliah.

Keadaan ini sepertinya akan terus berlanjut selama Juli 2015. Dan diperkirakan kampus yang barusaja berubah status menjadi PTN BH (Berbadan Hukum) ini benar-benar akan “hidup” kembali pada pertengahan Agustus 2015 mendatang yang bertepatan dengan digelarnya verifikasi SBMPTN & UM. (KUC)


-Ringan Mencerdaskan-

2 Pekan, KAMPUSUNDIP.COM Masuk 8 Juta Situs Terpopuler di Dunia


Setelah dipercaya menjadi sponsor resmi kurang dari 2 pekan event Ramadhan di Undip 1436 H sejak diperkenalkan ke publik, trend positif lainnya ditunjukkan oleh situs KAMPUSUNDIP.COM.

Berdasarkan hasil yang dirilis ALEXA (salah satu situs pemeringkat website terkemuka di dunia), menempatkan KAMPUSUNDIP.COM di urutan 8.439.948 per 5 Juli 2015.



Hal ini menunjukkan progress yang baik mengingat 2 pekan adalah waktu yang masih sangat singkat. Meski sebatas peringkat, pihak KAMPUSUNDIP.COM menyambut positif akan hal ini. Dan sadar bahwa ini tidak lebih dari penilaian di dunia maya dan akan menemui adanya fluktuasi di kemudian hari. Karena itu merupakan sebuah kewajaran.


Sebagaimana yang diketahui KAMPUSUNDIP.COM pertama kali diperkenalkan ke publik pada 20 Juni 2015 lalu. Bagi manajemen KAMPUSUNDIP.COM, disamping hasil peringkat, memberi manfaat kepada masyarakat melalui sajian informasi yang disampaikan adalah hal yang jauh lebih penting. (KUC)

Rektor Undip : Tak Cukup Nilai Akademik, Mahasiswa Juga Harus Cerdas Dengan Nilai Moral


SEMARANG (kampusundip.com) – Itulah salah satu point penting yang bisa dipetik tatkala Rektor Undip Prof. Dr. Yos Johan Utama, SH. M.Hum menjadi narasumber acara BINCANG KAMPUS dengan tema Undip Rumah Kita “Pendidikan Kampus Untuk Indonesia Bermoral” di Masjid Kampus Undip Tembalang, Semarang (29/6).

Rektor yang akrap disapa “Pak Yos” tersebut berpesan bahwa memang benar cerdas secara akademik itu penting. Namun yang tidak kalah pentingnya juga bagi mahasiswa adalah selain fokus untuk urusan akademik, mahasiswa juga harus cerdas dengan nilai-nilai moral yang merupakan kunci utama dalam kebaikan.

Maka tak heran, akademisi dari Fakultas Hukum Undip ini menyinggung banyaknya orang cerdas yang melakukan “kejahatan” seperti berbuat curang dan sebagainya. Hal itu disebabkan karena ia hanya berfokus pada akademik, tidak dengan nilai-nilai moral dan ilmu (aturan).

Oleh karena itu sudah menjadi tugas mahasiswa muslim untuk mempelajari ilmu dan menampakkan kebaikan karena Islam adalah agama yang paling tepat dalam menjunjung tinggi nilai moral.

Selain Prof. Yos, acara BINCANG KAMPUS yang merupakan rangkaian kegiatan Ramadhan di Undip 1436 H ini juga diisi oleh Dekan Fakultas Ekonomika & Bisnis (FEB) Dr. Suharnomo, SE, M.Si dan dimoderatori Pak Lutfi, selaku Sekretaris Takmis Masjid Kampus Undip.

Dalam materinya, Pak Suharnomo menyampaikan bahwa nilai-nilai moral di berbagai negara sudah tergerus oleh perilaku humanism yang melenceng yang menimbulkan kemerosotan moral. Contoh nyata adalah fenomena LGBT (Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender) yang tengah marak di Amerika.

Lebih lanjut, Dekan FEB yang sebagian kalangan mirip dengan salah satu politikus di Senayan itu juga menambahkan bahwa moralitas dalam Islam itu mutlak. Karena nilai-nilai moral yang diajarkan dalam Islam langsung diturunkan oleh Allah lewat Al-Qur’an dan para Nabi. Bukan buatan manusia.


Sehingga sudah pasti apa yang diajarkan dalam Islam merupakan hal yang paling tepat untuk diterapkan oleh seluruh ummat manusia di dunia ini. (KUC)

Lagi, Belum 2 Pekan, KAMPUSUNDIP.COM Jadi Sponsor Resmi Event Ramadhan di Undip


SEMARANG (kampusundip.com) – Progresifitas cukup menjanjikan diperlihatkan situs KAMPUSUNDIP.COM sejak pertama kali diperkenalkan ke publik pada 20 Juni 2015 lalu.

Setelah menjadi sponsor resmi kegiatan Festival Anak Panti (FESPA) pada 28 Juni 2015 lalu kurang dari 2 pekan sejak diperkenalkan ke publik, portal berita dengan alamat www.kampusundip.com ini secara resmi dipercaya untuk mensponsori event tahunan Ramadhan Di Undip (RDU) 1436 H.

Hal ini bisa diketahui setelah untuk pertama kalinya logo KAMPUSUNDIP.COM “nampang” dalam atribut backdrop acara BINCANG TOKOH ISLAM pada 3 Juli 2015 lalu yang merupakan bagian dari event Ramadhan di Undip 1436 H.

KAMPUSUNDIP.COM sendiri menkonfirmasi bahwa benar pihaknya telah menjadi sponsor sebagai media partner RDU 1436 H. Pihak KAMPUSUNDIP.COM sendiri juga sudah membuat & mengirimkan surat resmi yang diberikan kepada panitia pelaksana (panpel) RDU 1436 H.


Kurang dari Setengah Hari

Bahkan dalam proses deal-nya, KAMPUSUNDIP.COM dan RDU sudah mencapai kesepakatan kerjasama dalam waktu kurang dari 12 jam, alias tidak ada setengah hari. Hal itu sebagaimana yang dikonfirmasikan oleh pembuat situsnya langsung.

“Surat dikirim pada pagi hari tanggal 2 Juli. Sorenya langsung sepakat dan di ACC…” Ujar mahasiswa Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Undip yang tidak ingin disebutkan namanya itu.

Sebagaimana isi surat, pihak KAMPUSUNDIP.COM menggratiskan terkait penerbitan press release kepada panitia RDU. Karena diawal kemunculannya ini tengah dalam masa promo. Terlebih di bulan Ramadhan.

Melalui KAMPUSUNDIP.COM, diharapkan masyarakat (khususnya mahasiswa) bisa merasakan esensi/nilai yang terkandung dalam event RDU ini melalui press release KAMPUSUNDIP.COM yang dikemas dengan sudut pandang yang berbeda. (KUC)

Lewat FESPA, ZIS dan Peduli Dhuafa Ajak Anak-Anak Peduli Lingkungan Sejak Dini


SEMARANG (kampusundip.com) – Badan Amal ZIS Center Undip dan Peduli Dhuafa (PD) kembali menggelar kegiatan tahunan Festival Anak Panti atau “FESPA” 2015 sekaligus dalam rangka menyemarakkan event Ramadhan di Undip (RDU) 1436 H.

FESPA yang digelar pada Ahad, 28 Juni 2015 di pelataran Masjid Kampus Undip Tembalang, Semarang tersebut, panitia penyelenggara kembali mengundang sejumlah anak-anak yang berasal dari berbagai panti di Tembalang dan sekitarnya.

Berdasarkan informasi dari panitia, setidaknya tak kurang dari 9 panti ikut dalam acara ini. Diantaranya adalah panti Fatimah Zahra, Hamdan, Nurul Huda, Al-Ikhlas, Darussalam, Darul Khoir, Riyadhussalam, beserta 2 panti lainnya.

FESPA 2015 kali ini mengusung tema “Respect to the Planet, the Other”. Tema ini diambil bukan tanpa alasan, yakni mengajak masyarakat untuk peduli akan pentingnya menjaga lingkungan sejak dini. Mengingat, di zaman yang serba modern ini kondisi lingkungan justru cenderung terabaikan.

Zaman sekarang anak-anak kecil kurang dikenalkan terhadap lingkungan, melainkan lebih sering mengikuti kemajuan teknologi.  Padahal kondisi lingkungan saat ini semakin buruk, dengan banyaknya orang-orang yang menggunduli hutan dan membuang sampah sembarangan.

“Kita mengambil tema lingkungan agar tiap anak memiliki jiwa peduli dan cinta lingkungan sejak dini. Dan agar mereka tidak mengikuti orang-orang yang tidak bertanggungjawab terhadap lingkungannya.” Tutur Arief, selaku perwakilan dari panitia lewat pesan messenger kepada KAMPUSUNDIP.COM.

Selain diisi dengan event seperti pengobatan murah, dongeng, tausiyah, “One Day One Lembar”, menerbangkan balon, bakti sosial dan drama, acara yang digelar sejak pagi hari sampai menjelang berbuka ini juga diisi dengan berbagai macam perlombaan seperti lomba menghafal surat pendek, membedakan sampah, menanam dalam pot, dan lomba menggambar.


Ajak Masyarakat

Dalam kegiatan FESPA 2015 ini pula, panitia mengundang masyarakat sekitar untuk ikut ambil bagian. Mereka terdiri dari bapak-bapak dan ibu-ibu. Dalam FESPA ini, pada bapak dan ibu lanjut usia ini diajak untuk membuat kerajinan tangan dari koran bekas.




Para bapak dan ibu tampak semangat tatkala mengetahui barang yang selama ini dianggap sebagai ‘sampah’ ternyata bisa dikreasikan menjadi barang bernilai ekonomi.

Rangkaian acara FESPA ini akhirnya ditutup dengan pemberian donasi secara simbolis kepada perwakilan anak panti dan masyarakat. Serta ceramah menjelang berbuka puasa oleh Pak Walyono.




Dalam ceramahnya, pemilik nama dengan gelar Mr. Walyono, S.Pd.I. CT.CM dengan background motivator ini menyampaikan pentingnya manusia mendapat ampunan di bulan Ramadhan dan berusaha mencapai tujuan utama dari puasa, yakni menjadi orang yang bertaqwa. (KUC)

Akuisisi Terhebat Dalam Bisnis Adalah Akuisisi Manajemen


SEMARANG (kampusundip.com) – Akuisisi adalah pengambilan kepemilikan atau pengendalian atas suatu aset tertentu. Itulah pengertian secara singkat, terutama dari sudut pandang bisnis.

Terkait hal ini, Ustadz Anif Sirsaeba memiliki pandangan tersendiri jika konsep akuisisi bisnis tersebut dihubungkan dengan cara berbisnis di zaman Nabi. Menurutnya, akuisisi terhebat dalam bisnis adalah akuisisi manajemen. Itulah yang diutarakan tatkala beliau mengisi acara Bedah Buku berjudul “Rasulullah’s Business School” di Masjid Kampus Undip Tembalang, Semarang (20/6)

Dalam acara yang merupakan rangkaian kegiatan Ramadhan di Undip 1436 H tersebut, Ustadz Anif menyampaikan bentuk akuisisi manajemen ini bisa dilihat pada zaman nabi Muhammad, yakni tatkala Siti Khodijah ingin menikahi Nabi Muhammad SAW.

Kala itu, selain karena akhlak Muhammad yang mulia sehingga memperoleh gelar Al-Amin (yang dipercaya), salah satu faktor lain yang tidak bisa dipisahkan adalah dari segi bisnis rosulullah.

Sebelum diangkat menjadi Rosul, ketika masih muda, Muhammad dikenal sebagai pemuda yang sukses karena sudah mampu menggembala kambing dan melakukan perjalanan pulang pergi antar wilayah seperti dari Makkah ke Syam untuk berdagang.

Jika dibicarakan sekarang, perjalanan nabi dari Makkah ke Syam pada saat ini namanya sudah melakukan perdagangan ekspor-impor. Ustadz Anif juga menambahkan bahwa Muhammad pada kala itu juga telah memiliki kendaraan unta. Hewan yang pada saat itu merupakan yang sangat mahal jika diuangkan.


Senilai Mobil Milyaran Rupiah

Jika dirupiahkan, harga satu unta zaman dulu (terlebih unta merah) nominalnya setara dengan harga mobil ratusan juta bahkan milyaran rupiah dimasa kini.

Ustadz Anif bercerita, khodijah yang kala itu mengetahui sisi lain dari Muhammad ini selain dari akhlaknya yang mulia (dengan bukti gelar “Al-Amin” nya) jelas mendambakan suami yang demikian dan ingin segera mempersunting beliau. Analogi ini pun sempat Ustadz Anif lontarkan kepada para mahasiswi yang hadir dalam bedah buku.

“Kalau kalian nih para akhwat, mau nggak nikah sama ikhwan yang sukses seperti rosul?” Begitulah pertanyaan Ustadz Anif yang membuat para mahasiswa senyum ‘sumringah’.

Khadijah pun tak tak ragu menikahi Muhammad. Karena tahu ketokohan beliau yang berpengaruh di Makkah sampai-sampai memperoleh gelar “Al-Amin” jelas akan memberikan prospek yang cerah dalam berbagai sektor. Terlebih, Khodijah sendiri juga merupakan salah satu orang terpandang & berpengaruh di masyarakat kala itu.

Inilah yang dimaksud dengan “akuisisi manajemen”. Dengan mengakuisisi manajemen, berarti kitalah yang akan mengendalikan semuanya dan akan berpengaruh terhadap yang lainnya.

Ustadz Anif berkata keadaan ini belum berbicara tentang agama.“Soal agama nanti dulu. Ini masih bicara soal bisnis.” Cetus Ustadz Anif disela-sela ceritanya.

Beliau menambahkan untuk jadi orang hebat pada zaman dulu, sholeh saja tidak cukup. Dan rosul sendiri telah membuktikannya dengan memperoleh gelar “Al-Amin” dari para penduduk Makkah. Contoh konkretnya adalah peristiwa peletakan batu Hajar Aswad saat usia beliau  30 tahun. Tidak ada tokoh yang protes kala itu.


Konsep “akuisisi manejemen” dan kesuksesan dalam berbisnis inilah yang kemudian tidak bisa dipungkiri menjadi salah satu faktor Islam berkembang dengan pesat di Makkah kala itu. Karena dengan ketokohan Muhammad sebagai khafilah dagang yang sukses dan terpercaya, membuat penduduk Makkah yakin dan mudah menerima ajaran Islam yang Nabi SAW dibawakan tanpa perlu berpikir panjang. (KUC)